Monday, 28 May 2018 mondayreview

Pemerintah & Rakyat Indonesia Mengecam Tindak Kekerasan Israel di Lingkungan Masjid Al-Aqsa


‘Saya Indonesia, Saya Bela Al Aqsa’.

Masjid Al-Aqha (wikipedia)

MONDAYREVIEW.COM – Pemerintah Indonesia mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan pihak keamanan Israel di lingkungan masjid Al-Aqsa. Dalam kejadian tersebut sebanyak tiga orang yang merupakan jamaah masjid tewas dan lebih dari 100 orang lainnya terluka.

Tindak kekerasan tersebut, membuat Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas terhadap Israel. Indonesia juga mendesak negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk melakukan pertemuan darurat guna membahas situasi di kompleks masjid Al-Aqsa.

Pemerintah juga mengingatkan Israel agar tidak mengubah status quo di lingkungan masjid Al-Aqsa, serta Dome of the Rock tetap menjadi tempat suci yang mudah diakses bagi umat Muslim. Tak hanya dari pihak pemerintah Indonesia yang mengecam Israel, dalam aksi solidaritas bela Al Aqsa di Lapangan Masjid Al Azhar Jakarta, dukungan pun mengalir. Salah satu orator yakni Ketua Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin memodifikasi istilah yang populis yakni ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila!’ menjadi ‘Saya Indonesia, Saya Bela Al Aqsa’.

''Bila suara saja tidak kita keluarkan, dimana hati nurani dan iman kita? Padahal Muslim wajib membela saudara dan negeri kaum Muslim,'' ucap Ustaz Zaitun.

Tentu bukan hanya Palestina yang hari ini tertindas. Tapi Jumat (21/7) ini umat Islam berdoa khusus bagi Palestina. ''Kita bangkitkan kemanusiaan Indonesia yang konstitusinya menyebut penjajahan harus di atas dunia harus dihapuskan. Maka saya Indonesia, saya bela Al Aqsa,'' ujar Ustaz Zaitun seperti dilansir Republika.