Sunday, 22 Apr 2018 mondayreview

Tak Hanya Jalan Kaki, Ini Kesederhanaan Para Pejabat Era Lampau


Perdana Menteri Natsir yang mengembalikan mobil dinas dan pulang naik sepeda di hari terakhir menjabat.

Natsir (risalah tarbawiyah)

MONDAYREVIEW.COM – Kala menghadiri upacara peringatan hut ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10); Presiden Joko Widodo harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer menuju lokasi acara. Hal itu dikarenakan mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi terjebak macet.

Hal itu tak terlepas dari antusiasme warga hingga membentuk “lautan manusia” untuk melihat peringatan hut ke-72 TNI.

“Semuanya karena masyarakat sejak pukul 02.00 pagi sudah berada di sini. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap TNI,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seperti dilansir Kompas.

Jalan kaki yang dilakukan oleh Jokowi seakan memperkukuh citra sederhana dan apa adanya dari sang mantan Wali Kota Surakarta ini. Apakah kesederhanaan tidak dapat inheren dengan para pejabat tinggi di Indonesia? Nyatanya sejak jauhari negeri ini memiliki stok pemimpin yang begitu sederhana dan mengamalkan prinsip “memimpin adalah menderita”.

Ada Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia (1950-1958) Sjafrudddin Prawiranegara yang hidup begitu bersajaha. Ada kisah Mohammad Hatta dengan tautan sepatu Bally yang tak terbeli.

Hatta juga melarang sopirnya menggunakan mobil dinas untuk antar jemput anaknya Meutia-Gemala-Halida ke sekolah. Ada pula polisi Hoegeng yang mengeluarkan piano yang tiba-tiba ada di rumah dinasnya. Dan ada juga Perdana Menteri Natsir yang mengembalikan mobil dinas dan pulang naik sepeda di hari terakhir menjabat.