Friday, 19 Jan 2018 mondayreview

Mengenang Sosok Choirul Huda, Legenda Sejati Persela Lamongan


Kabar duka kembali menyelimuti dunia sepakbola nasional

istimewa

MONDAYREVIEW.COM - Kabar duka kembali menyelimuti arena sepakbola nasional. Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal dunia usai melakoni laga kontra Semen Padang, Minggu, 15 Oktober 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan.

Sontak, berita ini membuat publik Lamongan terpukul. Sosok Choirul Huda sebagai pemain kawakan dan penjaga gawang tangguh tentu begitu melekat dengan skuat Laskar Joko Tingkir.

Pemain yang merupakan kapten tim Persela ini merupakan putra asli kelahiran Lamongan pada 2 Juni 1979. Sepanjang karier profesionalnya di lapangan hijau, Choirul Huda praktis menghabiskannya bersama Persela sejak tahun 1999.

Bahkan, penampilannya di Liga 1 musim 2017 merupakan salah satu pemain tertua, dengan usia telah memasuki 38 tahun. Di Tim nasional Indonesia, Choirul Huda sempat dipanggil bergabung dalam skuat Merah Putih pada tahun 2014 dan 2015 silam.

Nyawa Choirul Huda tak tertolong setelah sempat berbenturan dengan lutut rekan setimnya, Ramon Rodrigues ketika hendak menyelamatkan bola di menit 44. 

Choirul tampak tidak sadarkan diri ketika dibawa ke tepi lapangan. Petugas medis pun langsung bergerak cepat memberi pertolongan dengan membawa tabung oksigen.

Tak sampai lima menit, Choirul dinaikkan ke atas ambulans, dan dilarikan ke RSUD dr Soegiri Lamongan. Namun sayang, nyawa kapten Persela itu tak bisa tertolong.