Sunday, 22 Apr 2018 mondayreview

MK Kabulkan Permohonan Partai Idaman, Yusril Angkat Bicara


Putusan MK Tentang Verifikasi Partai Tidak Berlaku Surut

Yusril Ihza Mahendra

Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra angkat bicara terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK)yang mengabulkan Permohonan Partai Idaman.

Dirinya menilai, putusan bahwa verifikasi faktual berlaku bagi semua parpol tanpa membedakan sudah diverifikasi atau tidak sebelumnya, tidak bisa berlaku surut. 

“Putusan itu, baru berlaku hari ini 11 Januari 2018. Sementara proses verifikasi parpol bakal peserta Pemilu 2019 telah berjalan,” tegas Yusril di Jakarta, Kamis (11/01).

Menurtnya, verifikasi faktual terhadap Parpol yang sudah diverifikasi tahun 2014 telah dilaksanakan, dan berdasarkan aturan yg berlaku sekarang hanya dilakukan di daerah pemekaran. Sedang verifikasi faktual terhadap partai baru, juga tengah berlangsung. 

“Karena sifat putusan MK adalah prospektif dan tidak retroaktif, maka proses verifikasi faktual yang tengah berlangsung tidak dapat dihentikan dan dibatalkan untuk menyesuaikan dengan putusan MK hari ini. Putusan MK itu hanya membatalkan norma UU Pemilu, tetapi tidak bisa membatalkan peraturan-peraturan pelaksananya yang diterbitkan sebelum adanya Putusan MK,” ujar Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini.

Yusril kemudian menyarankan kepada KPU agar segera mengadakan pembahasan Putusan MK tersebut dengan Komisi DPR dan Parpol. Hal ini dilakukan agar dapat mencegah kekacauan proses persiapan pelaksanaan Pemilu 2019.

Sebab, menurutnya, jika Putusan MK itu dianggap harus menghentikan dan mengulang semua proses verifikasi faktual, hal itu bukan saja harus mengubah berbagai peraturan pelaksana UU Pemilu, tetapi juga menyangkut anggaran KPU, dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh parpol untuk mengulang proses verifikasi faktual.

"Karena itu, KPU harus menemukan jalan terbaik dalam menyikapi Putusan MK agar tidak menimbulkan kekacauan dan kemubaziran tenaga, pikiran dan biaya,” tandasnya.