Friday, 19 Jan 2018 mondayreview

Islam Menggeser Yahudi


Islam diperkirakan akan menjadi agama terbesar kedua di Amerika Serikat pada 2040. apakah ini pertanda berakhirnya islamphobia di dunia?

suasana ibadah di as

MONDAYREVIEW, Jakarta – Pemeluk Islam diperkirakan akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat setelah umat Kristen pada tahun 2040 menurut sebuah laporan baru yang dirlisi Paw Research Center.

Saat ini ada 3,45 juta Muslim yang tinggal di Amerika yang mewakili sekitar 1,1 persen dari total populasi. Sementara ini komunitas Yahudi melebihi jumlah Muslim sebagai kelompok agama terbesar kedua. Namun diperkirakan situasi itu akan berubah pada tahun 2040 karena populasi Muslim AS akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Yahudi di negara Paman Sam tersebut.

Muslim Amerika akan berjumlah 8,1 juta, atau 2,1 persen, dari populasi pada tahun 2050. Jumlah pengikut Islam di AS telah berkembang pada tingkat sekitar 100.000 per tahun karena migrasi umat Islam dan tingkat kelahiran yang lebih tinggi . Hasil itu didapat selama penelitian demografis dan survei.

"Sejak penelitian pertama kami pada 2007 seukuran populasi Muslim Amerika, jumlah Muslim AS telah berkembang pesat," kata laporan itu dikutip Al Jazera, Rabu (10/1/2018). Kristen sejauh ini masih menjadi agama terbesar di Amerika Serikat dengan denominasi yang berbeda mewakili sekitar 71 persen populasi.

Ketika pertama kali melakukan studi tentang Muslim Amerika pada tahun 2007, Pew Research Center memperkirakan ada 2,35 juta Muslim dari segala usia (termasuk 1,5 juta orang dewasa) di AS Pada tahun 2011, jumlah Muslim telah berkembang menjadi 2,75 juta (termasuk 1,8 juta orang dewasa) .

Sejak saat itu, populasi Muslim terus tumbuh pada tingkat kira-kira 100.000 per tahun, didorong oleh tingkat kesuburan yang lebih tinggi di kalangan Muslim Amerika dan juga migrasi orang-orang Muslim yang terus berlanjut ke AS.

Di lain sisi, perpindahan agama tidak memiliki dampak signifikan terhadap ukuran populasi Muslim Amerika, terutama karena hampir orang Amerika masuk Islam karena tak memiliki kepercayaan iman. Memang, sementara sekitar satu dari lima orang dewasa Muslim Amerika dibesarkan dalam tradisi iman yang berbeda dan masuk Islam.

Kajian itu juga meneliti kemungkinan pemeluk Islam akan melewati jumlah pemeluk Kristen di tahun 2100. Pew menilai ada kemungkinan jumlah pemeluk Kristen berkurang di masa lalu lantaran adanya wabah  di Eropa beberapa abad lalu.

Kajian yang dilakukan oleh Pew adalah yang pertama kalinya dilakukan untuk proyeksi populasi, tingkat kesuburan, hingga angka kematian, juga migrasi dan kecenderungan ganti agama. Pemeluk Islam diprediksi memiliki jumlah keluarga yang lebih banyak dan ada juga yang masuk agama Islam terbilang masih muda. Lebih dari 1 dari 3 pemeluk Islam berada di usia kurang dari 15 tahun.

Meski begitu, Pew mengingatkn tren perkembangan agama tidak dapat diperkirakan begitu saja dari skala-skala tadi. Mereka pun menekankan kehati-hatian berbagai pihak menyikapi hal tersebut. (Suandri Ansah)