Sunday, 15 Jul 2018 mondayreview

Bangun Pendidikan dari Pinggiran, Kemendikbud Jaga Nawacita


Jalankan Nawacita, Jokowi dan Muhadjir kunjungi Pulau Rote

Jokowi mengunjungi Pulau Rote, Selasa (9/1/2018)

MONDAYREVIEW – Ketika menuruni tangga pesawat yang mendarat di Bandar Udara DC Saudale, Jokowi seperti belum percaya bila ia betul-betul telah menginjakkan kakinya di wilayah paling selatan Indonesia itu, bahkan ketika disambut Bupati Rote Ndao Leonard Haning beserta istrinya Ny. Paulina Haning Bulu, ekspresi Jokowi pun masih biasa saja.

Jokowi baru terlihat yakin dan sumringah ketika tokoh adat, Andreas Ruy dengan topi khas Pulau Rote Ti’i Langga, menyambutnya dengan tuturan adat dan ucapan terimakasih telah mengunjungi kabupaten terselatan NKRI tersebut.

Berkunjung ke Pulau Rote, memang belum terasa lengkap bila belum melihat atau mengenakan topi yang  terbuat dari anyaman daun lontar. Bentuknya bulat lonjong dengan antena yang berdiri tegak di bagian tengah ini.

Jokowi kian yakin dan mulai rajin melempar senyum ketika bersama Mendikbud Muhadjir Effendy meninjau SMP Negeri 4 Rote Barat Daya yang merupakan salah satu Unit Sekolah Baru (USB) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekolah yang telah dibangun sejak 2016 ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. Saat ini SMPN 4 Rote Barat Daya memiliki 225 peserta didik.

Menteri Muhadjir melaporkan bahwa sekolah ini dibangun dengan mekanisme bantuan masyarakat dan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Upaya ini sejatinya kata Muhadjir adalah untuk menjaga dan menjalankan Nawacita.

“Saat ini kita berada di halaman SMPN 4 Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Sekolah ini dibangun pada tahun 2016 dengan mekanisme bantuan masyarakat dan dibiayai oleh APBN sebesar 1.8 miliar rupiah,” tutur Muhadjir dalam laporannya saat acara pemberian paket bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Rote Ndao, NTT, Selasa (9/1/2018).

Selain SMPN 4 Rote Barat Daya, di Provinsi NTT terdapat sebanyak 71 USB, 11 USB berasrama, serta 24 SMP SATAP. Kemendikbud juga mengirim Guru Garis Depan (GGD) sebanyak 1170 guru pada tahun 2015-2017 dengan rincian 32 guru (2015) dan 52 guru (2017) untuk Kabupaten Rote Ndao.

Sebanyak 16 Guru Garis Depan (GGD) yang hadir pada acara ini mendapatkan tepuk tangan yg meriah dari Presiden dan rombongan beserta hadirin ketika diminta berdiri memperkenalkan diri oleh Mendikbud Muhadjir.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud dan Presiden membagikan 1.015 KIP, yang terdiri dari 346 untuk jenjang SD; 172 untuk jenjang SMP; 270 untuk SMA; 207 untuk SMK, dan 20 untuk jenjang Kesetaraan.

Sampai saat ini Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) telah diberikan kepada 727.771 siswa dengan nilai 862 miliar rupiah.

Dalam kesempatan kunjungan kerjaini, selain Mendikbud Muhadjir Effendy, juga turut hadir Ibu Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Bupati Rote Ndau Leonard Haning. Dari Kemendikbud nampak hadir Sekretaris Jenderal Didik Suhardi, Direktur Pembinaan SD Wowon Widaryat dan Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman. [mrf]