Saturday, 22 Sep 2018 mondayreview

Imas Masliyah, Qari Handal Berkat al-Qur'an Braille


Keterbatasan tak membuat Imas Masliyah kehilangan semangat belajar. Imas yang menyandang tuna netra membuktikan hal itu.

Imas Masliyah ketika membaca al-Qur'an pada Rakorsus Lazismu (29-30/03/2018)

MONDAYREVIEW.COM - Keterbatasan tak membuat Imas Masliyah kehilangan semangat belajar. Imas yang menyandang tuna netra membuktikan hal itu. Di depan sekitar 50 pengurus Lazismu se-Indonesia yang sedang mengikuti Rakorsus di Hotel Sofyan, Kamis (29/3), Imas memperlihatkan kepiawaiannya membaca al-Qur'an.

Tak hanya membuat bangga, Imas yang "membaca" al-Qur'an berhuruf Braille dengan jari-jarinya benar-benar membuat hati peserta Rakorsus haru.

Membangun masa depan kelompok disabilitas merupakan salah satu program Lazismu. Salah satunya, dengan distribusi al-Qur'an berhuruf Braille.

Al-Qur'an berhuruf khusus itu diperlukan sekitar 2,5 juta masyarakat muslim di Indonesia. Namun kemampuan produksinya masih sangat terbatas.

Sebelum muncul printer Braille yang digerakkan dengan software, percetakan al-Qur'an huruf Braille dilakukan secara manual. Percetakannya pun hanya ada satu dan berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Mesin cetak al-Qur'an berhuruf Braille itu ternyata hanya ada dua di dunia.  Salah satunya yang didatangkan BJ Habibie dari pabriknya di Jerman.

Saat ini, al-Qur'an huruf Braille sudah bisa dicetak dengan printer digital. Konon harganya berkisar Rp 40 juta per unit. Bila dioperasikan 24 jam, sehari bisa memproduksi 20 kitab menggunakan contineus paper berbahan khusus. 

Dengan printer digital dan al-Qur'an berhuruf braile ini, tentu akan ada banyak orang seperti Imas yang bisa membaca kalam ilahi. Dan Lazismu, sebagai lembaga filantropi yang fokus memberdayakan kaum disabilitas saat ini tengah membuka donasi untuk kepentingan tersebut.

[Jt/At]