Monday, 28 May 2018 mondayreview

Jejak Beriak, Sebuah Karya Untuk Amal


Iwan Suhaya menggelar pemeran lukisan tiga dimensi, sebagian akan didonasikan untuk Lazismu. Sebuah kolaborasi antara seni dan filantropi

Pembukaan Pameran Lukisan Iwan Suhaya

MONDAYREVIEW - Tiga puluh lukisan dalam pameran tunggal (solo exhibition)  dipadati pengunjung dengan tajuk "Jejak Beriak" karya pelukis realis Iwan Suhaya di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta (5/4/2018).
 
Pameran tunggal ini diresmikan oleh Ketua DPR RI, H. Bambang Soesatyo, SE., MBA. Hadir dalam acara tersebut Managing Director The Ritz Carlton Jakarta, Nagesh Chawla, Direktur Fundraising Lazismu, Rizaludin Kurniawan, Wakil Dekan I FISIP UMJ DR. Ma'mun Murod Al Barbasyi, M. Si dan beberapa pimpinan perusahaan BUMN.
 
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, dalam kesempatan itu gembira menyambut sekaligus mendukung penyelenggaraan pameran lukisan yang digelar selama satu bulan (5 April - 5 Mei 2018). "Pameran ini dapat merangsang tumbuhnya minat berkarya, juga mampu memacu saudara Iwan Suhaya sebagai seniman untuk terus berekspresi," katanya.
 
Bambang menilai, kreatifitas pelukisnya memberikan makna, nilai, dan filosofi tertentu bagi para penikmat lukisan realis. "Saya mengajak semua yang hadir di sini dari kalangan manapun untuk ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini," tegas Bambang
 
Yang menarik, tambahnya, hasil dari penjualan lukisan akan disisihkan oleh Siji Art Management sebagai penyelengara pameran untuk didonasikan kepada Lembaga Amil Zakat Nasional terutama Lazismu. "Sebuah lembaga zakat yang berkhidmat dalam pemberdayaan umat dan masyarakat," jelasnya. 
 
Manager Siji Art Management, Cut Naili Muna, dalam kesempatan itu mengatakan Iwan Suhaya sudah 20 tahun berkiprah di dunia seni rupa. "Ia berhasil mempertahankan gagasan serta kreativitasnya dalam berkarya," tuturnya.
 
Hal itu bisa dilihat dari konsistensinya dalam memilih objek bernuansa flora dan fauna. Sebagai seorang perupa, Iwan tidak terpengaruh pada kecenderungan trend seni rupa yang saat ini sedang hit. "Dengan idealisme yang tinggi ia tidak hanya memikirkan proses penciptaan objek karya lukisannya," paparnya. 
 
Menurut Naili ada nuansa pembeda dalam tampilan karyanya. Apa yang dipikirkannya secara mendalam oleh Iwan sebagai wujud keberaniannya dalam menyuguhkan gagasan estetik dari setiap objek karyanya. 
 
Sementara itu, Direktur Fundraising Lazismu, Rizaludin Kurniawan, mengatakan, memang hubungan seni rupa dan filantropi tidak terlalu kasat mata. Filantropi sangat terbuka dengan bidang manapun, termasuk seni dan budaya. "Lazismu berbahagia hadir di sini, dan selalu mendorong setiap kegiatan kedermawanan sosial  yang saat ini muncul dari seorang seniman yang karyanya sudah dipamerkan lebih dari 25 kali," sambutnya. Semoga karya-karya seni inspiratifnya bisa terus ditelurkan di masa yang akan datang untuk memberi warna dalam kehidupan masyarakat pecinta seni. 
 
"Jejak Beriak" bagi Iwan Suhaya sendiri adalah nuansa lukisan dengan tiga dimensi dengan pilihan objek flora fauna. "ini konsentrasi utama saya dalam proses penciptaan karya," jelas Iwan. "Pameran ini merupakan pameran tunggal saya yang ke - 25, tanpa terasa perjalanan saya selama ini di dunia seni sudah seperempat abad, " tambahnya. 
 
Totalitas yang dilahirkan adalah karya orisinil yang secara konsep dapat dinikmati semua orang. "Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua DPR RI, Lazismu, Hotel Ritz Carlton dan semua pihak yang memercayakan kepada saya untuk menggelar pameran lukisan untuk yang keempat kalinya," ungkap Iwan. (thor/Lazismu)