Wednesday, 24 Oct 2018 mondayreview

RUU Antiterorisme Berlarut, SETARA Institute: Pansus Konyol


SETARA berkeyakinan sangat tidak wajar bagi DPR memakan waktu hampir dua tahun untuk mengesahkan RUU tersebut

Gedung DPR/MPR. (ist)

MONDAYREVIEW - Ketua SETARA Institute, Hendardi kecewa dengan sikap DPR yang dianggap selalu menunda penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Antiterorisme. Ia bahkan menilai politisi Senayan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Antiterorisme bertindak seperti seorang pahlawan usai rentetan aksi teror bom melanda sejumlah daerah.

"Ini menunjukkan sikap-sikap yang konyol dari elit kita terutama yang berada di tim perumus RUU tersebut," katanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/18).

Menurutnya, penyebab dari lambannya proses pengesahan RUU Antiterorisme tersebut lantaran banyaknya kepentingan antar-elit itu sendiri. "Ada kepentingan tentara, ada kepentingan macem-macem lah, sehingga memperlambat itu," imbuhnya.

SETARA berkeyakinan sangat tidak wajar bagi DPR untuk mengesahkan RUU tersebut hingga memakan waktu hampir dua tahun. Hendardi menyayangkan ketika Presiden Jokowi ingin mengeluarkan Perppu jika hingga Juni mendatang RUU tak kunjung selesai, anggoa DPR baru bertindak seperti pahlawan untuk segera mengesahkannya.

Lebih lanjut, Hendardi juga menyayangkan komentar para anggota Pansus yang cenderung dijadikan sebagai isu politis. Hal itu seperti kerusuhan Mako Brimib hingga teror bom yang dianggap rekayasa.

"Kalau ada komentar seperti itu maka itu akan membuka ruang inkubasi penularan bagi yang lain untuk terlibat punya pandangan konyol semacam itu," pungkasnya.