Monday, 22 Oct 2018 mondayreview

Patahkan Stigma Teroris, Teman Ungkap Sosok Dita yang Sesungguhnya


Dita berasal dari keluarga berada dan terkenal sangat cerdas

Rekaman CCTV menunjukkan detik-detik pelaku bom bunuh diri akan memasuki Gereja. (ist)

MONDAYREVIEW - Teman sekolah dari Dita Supriyanto sang pelaku bom bunuh diri di Gereja Surabaya, Ahmad Faiz Zainuddin mengungkapkan cara jaringan teroris merekrut pengikut-pengikut barunya. Ia kembali mengingat pengalamanya semasa SMA saat masih bersama Dita 30 tahun yang lalu.

Hal itu sekaligus mematahkan anggapan sebagain besar orang tentang stigma teroris yang kebanyakan datang dari keluarga kurang mampu serta berpendidikan rendah. Dita sendiri yang juga kakak kelas Zainudin rupanya berasal dari keluarga berada dan terkenal sangat cerdas.

"Orang yang dibawa ke paham radikal ini mereka yang lembut, ramah, enggak kurang pendidikan tapi pintar," ujarnya dalam diskusi di Rumah Pergerakan Griya Gusdur, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/18).

Ia mengisahkan bahwa Dita merupakan salah satu sahabatnya yang mengikuti banyak pengajian saat itu. Menurut Zainudin, para perekrut akan menyusupkan perlahan paham-paham radikal atau menyimpang dari nilai Pancasila di setiap ada kesempatan seperti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya.

"Ikut pengajian, lihat siapa yang bisa diajak pengajian keluar, nariknya pelan-pelan," imbuhnya.

Zainudi meyakini orang-orang kerap tidak sadar tengah di bawa ke alam radikal. "Kemudian ada yang bilang karena kalo stres, enggak juga. Enggak miskin, banyak yang kaya," tandas Zainudin.

Sebagaimana diketahui, Dita bersama istri dan empat orang anaknya menjadi pelaku peledakan bom pada 3 gereja di Surabaya. Empat pelaku tersebut akhirnya meninggal dunia di lokasi akibat bom yang mereka ledakkan.