Monday, 28 May 2018 mondayreview

Aksi Teror Marak, Presiden Kaji Pembentukan kembali Koopssusgab TNI


Koopssusgab dibekukan setelah Moeldoko pensiun

Presiden Jokowi. (ist)

MONDAYREVIEW - Presiden Joko Widodo akan mengkaji upaya penghidupan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Hal itu disampaikan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko bahwa usulan ini muncul setelah maraknya kejadian aksi terorisme di Indonesia.

"Saya laporan kepada Presiden kemarin beliau tertarik. Nanti kita akan bicara dengan Panglima (TNI)," kata Moeldoko di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, Koopssusgab dibekukan ketika dirinya tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI. Moeldoko menegaskan upaya penghidupan kembali Koopssusgab masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Sementara itu, peneliti pada Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia, Solahudin mengatakan upaya penghidupan kembali Koopssusgab dinilai belum perlu.

"Saya kira belum perlu," ujarnya usai diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat.

Koopssusgab sendiri merupakan pasukan gabungan antiteror TNI yang berasal dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU. Pasukan khusus dari tiga matra tersebut diresmikan pada Juni 2015 oleh Moeldoko ketika menjabat sebagai Panglima TNI.