Monday, 28 May 2018 mondayreview

Adik Ali Imron Ungkap Dita Ternyata Ponakan dari Jaringan Bom Bali 1


Sukastopo ditangkap pada akhir 2002 karena masuk jaringan bom Bali 1

Ali Fauzi Manzi (pegang mic). (Foto: Yusuf Tirtayasa/Mondayreview)

MONDAYREVIEW - Ali Fauzi Manzi mengungkapkan adanya keterkaitan pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya, Dita Supriyanto dengan jaringan bom Bali 1. Adik dari terpidana seumur hidup kasus bom Bali 2001, Ali Imron ini bahkan mengklaim Polisi belum mengetahui informasi tersebut

"Dita ini sesungguhnya ponakan dari pada Pak Sukastopo. Pak Sukastopo ditangkap pada tahun 2002 akhir karena masuk jaringan bom Bali 1," katanya dalam diskusi bertajuk 'Memutus Mata Rantai Terorisme, Mungkinkah?: Keberhasilan dan Kegagalan Deradikalisasi' di Gedung Widya Graha LIPI, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

Hal tersebut menurutnya membuktikan bahwa "teroris melahirkan teroris". Selain itu, Ali menuturkan bahwa Amin Abdillah yang juga putera Sukastopo telah ditangkap pada tahun 2002 karena terlibat bom Bali 1.

"Artinya ini jaringan lama jaringan baru nyambung genetiknya," jelas mantan Kepala Instruktur Perekrutan Bom Jamaah Islamiyah (JI) regional Jawa Timur itu.

Dirinya sendiri melihat ada perubahan yang cukup drastis pada pola strategi yang dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, berkaca dari kasus bom bunuh diri di Surabaya. Kondisi itu diperparah dengan adanya persepsi miring di masyarakat yang menjadi tantangan terbesar dalam penanganan terorisme di Indonesia.

Hal tersebut yakni adanya perspektif beragam dari masyarakat Indonesia yang masih mengatakan teror bom adalah pengalihan isu, rekayasa hingga operasi intelijen.

"Ini maknanya masyarakat kita mindsetnya terhadap tindak pidana yang kita sepakati extraordinary crime menyedihkan. Para profesor, doktor, mahasiswa, semua masih terkungkung pola pikir mereka bahwa apa yang terjadi di Indonesia adalah rekayasa," pungkasnya.