Saturday, 22 Sep 2018 mondayreview

PROJO Dukung Penuh Jokowi Dua Periode Demi Wujudkan Amanat Reformasi


Kepemimpinan Jokowi adalah kepemimpinan tanpa beban masa lalu dan bukan beban di masa depan.

Ketum Projo, Budi Arie Setiadi.

MONDAYREVIEW - Tanggal 21 Mei 1998 merupakan batu penjuru dan tonggak yang dipancangkan untuk memisahkan rezim Orde Baru dengan Orde Reformasi. Dimaknai sebagai langkah untuk memulai suatu kehidupan bernegara yang baru, yakni: demokratis, terbuka, menghormati hak asasi manusia, kesetaraan jender dan keadilan sosial, sebagai amanat reformasi.

Meski demikian, hingga 20 tahun peringatannya, belum semua amanat reformasi tercapai dan terpenuhi. Distribusi keadilan masih menjadi persoalan utama. Kesenjangan kekayaan masih terbentang luas. Pemerataan pembangunan masih belum berjalan sesuai rencana. Pertumbuhan ekonomi masih pasang-surut.

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi menyatakan, pemerintahan Joko Widodo yang juga menerima tongkat estafet amanat reformasi, selama empat tahun Pemerintahannya, terus berupaya untuk memenuhi amanat reformasi melalui Program Nawa Cita.

"Pemerataan pembangunan dijalankan secara masif, untuk memutus jurang kesenjangan antar wilayah di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi terus digenjot untuk menghasilkan distribusi keadilan sosial," tutur Budi, dalam keterangan tertulisnya, Senin, (21/5/2018).

Selain itu kata Budi, Kemiskinan juga terus dikikis untuk mempersempit kesenjangan antar warga masyarakat. Kesempatan kerja diciptakan seluas-luasnya. Akses terhadap pendidikan dibuka sebesar-besarnya.

PROJO menilai apa yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo untuk mewujudkan amanat reformasi harus didukung sepenuhnya. Perwujudan itu merupakan bukti komitmennya pada amanat reformasi. "Mungkin belum semua terpenuhi, namun jalan menuju ke sana dibuka selebarnya oleh Joko Widodo," imbuh Budi.

Karena itu, kata Budi, apa yang sudah dimulai oleh Joko Widodo di masa pemerintahan periode 2014-2019 mesti dilanjutkan pada periode kedua 2019-20124, untuk mencapai lebih banyak lagi amanat reformasi yang mesti dipenuhi.

Untuk itu, Budi menegaskan pihaknya akan terus memperjuangkan mengawal agar Joko Widodo dapat melanjutkan kepemimpinannya pada periode berikutnya, agar apa yang sudah dimulai dan dikerjakan bisa dilanjutkan dan tidak menjadi sia-sia, dan Indonesia akan terus menjadi lebih baik.

"Kepemimpinan Jokowi adalah kepemimpinan tanpa beban masa lalu dan bukan beban di masa depan," tutup Budi, yang juga mantan aktivis 98' ini.

Tags