Monday, 25 Jun 2018 mondayreview

Terinspirasi Kemenangan Mahathir, Habibie Diusulkan Maju di Pilpres 2019


Secara umur Habibie sangat memungkinkan maju di Pilpres 2019.

(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

MONDAYREVIEW - Nama mantan Presiden RI ke-3, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie tiba-tiba saja mencuat untuk dijagokan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Usulan ini disebut-sebut terinspirasi dari kemenangan Mahathir Muhammad dalam Pemilu Malaysia.

Usulan ini salah satunya dihembuskan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Hal tersebut disampaikannya melalui akun twitter pribadinya pada Senin (21/5/2018).

Menurut Dahnil, jika fenomena Mahathir Mohammad bisa terjadi di Indonesia, maka ia menginginkan agar BJ Habibie dapat mencalonkan diri sebagai Presiden.

“Jadi, bila merujuk fenomena Mahathir, di Indonesia Pak Habibie bisa maju jadi Presiden lagi, hehe…bagaimana?,” cuitnya.

Sontak cuitan tersebut langsung diapresiasi para netizen secara positif. Tentu saja ini karena baik secara track record maupun umur (bila mengacu pada umur Mahathir Muhamad) sangat memungkinkan.

Itulah kenapa Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Tamsil Linrung pun mengamini usulan tersebut. Dirinya bahkan menegaskan dukungannya kepada BJ Habibie untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Saya dukung Habibie karena presiden harus berwibawa di luar negeri. Kita butuh presiden (Indonesia) yang berwibawa di negeri lain. Saya kira Golkar bisa mendukung,” ujarnya di makassar, Minggu 927/5/2018).

Bila soal umur, Tamsil menilai Mahathir Mohammad jauh lebih tua dari Habibie. “Tahun ini, Mahathir Mohammad sudah akan berumur 93 tahun, sementara Mahathir Mohamad sudah akan berumur 93 tahun, Pak Habibie baru 81 tahun. Yakinlah Pak Habibie tidak punya syahwat karena dia adalah negarawan,” katanya.

Sehari sebelum wacana ini mencuat ke permukaan, BJ Habibie diketahui bertemu Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Anwar Ibrahim di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018). Usai melangsungkan pertemuan yang sekira satu jam itu, BJ Habibie beserta Anwar Ibrahim menemui para jurnalis yang menunggunya di luar.

Kala itu, Habibie mengenakan batik coklat lengan panjang dan tampak sangat sehat. Sembari melambaikan tangannya, ia beberapa kali melemparkan senyuman khasnya. Ia pun menjelaskan, bila pertemuannya tersebut membahas pentingnya peradaban dunia.

“Yang kami perjuangkan bukanlah hanya pentingnya ekonomi dan budaya saja. Tapi juga soal pentingnya peradaban yang tinggi. Peradan yang tinggi itu adalah sinergi antara budaya, agama, dan ilmu pengetahuan,” tutur Habibie.

[Mrf]