Monday, 25 Jun 2018 mondayreview

Dakwah Muhammadiyah Hadir Di Tengah Perubahan Digital


Memasuki realitas virtual bukan hal yang tabu, tetapi bagaimana Muhammadiyah dapat memanfaatkannya untuk mengisinya dengan konten-konten yang baik

Gedung pusat Dakwah Muhamadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

MONDAYREVIEW - Ketika saat ini masyarakat dunia khususnya Indonesia berada pada revolusi industri keempat atau juga disebut dengan zaman digital, maka dakwah Muhammadiyah pun berada di tengah-tengah perubahan itu. 

Begitu dikatakan Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Suyatno dalam acara Pengkajian Ramadhan 1439 H PP Muhammadiyah di Uhamka, Jakarta, Minggu (27/5). Ia menilai gerakan dakwah Muhammadiyah selalu dinamis dan sesuai dengan tuntutan zamannya.

"Memasuki realitas virtual bukan hal yang tabu, tetapi bagaimana Muhammadiyah dapat memanfaatkannya untuk mengisinya dengan konten-konten yang baik, nilai-nilai keagamaan, dan akhlakul karimah demi kebaikan ummat," tutur Suyatno.

Ia menyebutkan, perubahan teknologi saat ini telah amat maju dan mengharuskan manusia mengalami perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupannya. Seperti perubahan pola pikir, dan juga perubahan budaya serta perdabannya.

Lebih dari itu, kata dia, dunia virtual kini telah menciptakan dunianya sendiri, dengan karakteristik yang khas. Masyarakat kini terkoneksi dalam ruang maya yang tidak terlihat kasat mata, tetapi memiliki pergerakan yang sangat cepat dan dampak yang lebih nyata.

Hal tersebut menurut Suyatno, akan berdampak pada pola keberagamaan masyarakat dari mulai mencari rujukan hingga menyebarkan konten-konten keagamaan. "Kondisi perubahan masyarakat dengan segala dampaknya ini, bagi kami merupakan realitas yang tidak bisa dibendung," ungkap Suyatno, yang juga Rektor Uhamka ini.

Karena itu, Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah 2018 ini memfokuskan bahasannya pada aspek ini dengan mengangkat tema Keadaban Digital: Dakwah Pencerahan Zaman Milenial. Acara ini dilaksanakan dilaksanakan pada 27-29 Mei 2018, di kampus Fakultas FKIP Uhamka.

Suyatno memaparkan, Pengkajian Ramadhan kali ini diantaranya akan membahas masalah Islam virtual, corak keberagamaan sebagai literatur corak masyarakat milenial, dampak teknologi bagi kesehatan, ketahanan digital, membangun ahlak mulia di dunia maya, digital education, digital politik, serta pelatihan digital bagi peserta agar tidak gagap teknologi.

"Mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan bagi kita semua dalam menghadapi era digital ini," harap Suyatno.