Monday, 25 Jun 2018 mondayreview

Ini Klarifikasi Mendagri Soal Perintah Bakar KTP-el


Kalau KTP-el itu dibakar ya aneh, bukannya seharusnya itu barang bukti awal untuk ditelusuri sehingga bisa  diketahui, itu KTP-el palsu atau asli.

Mendagri, Tjahjo Kumolo/net.

MONDAYREVIEW - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar ratusan keping KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) yang jatuh di Jalan Raya di Bogor tidak dimusnahkan. Hal ini disampaikan untuk meluruskan kabar di media online bahwa dirinya memerintahkan agar memusnahkan KTP-el yang tercecer.

"Kalau KTP-el itu dibakar ya aneh, bukannya seharusnya itu barang bukti awal untuk ditelusuri sehingga bisa  diketahui, itu KTP-el palsu atau asli,” kata Tjahjo, seperti dikutip dari laman setkab, Senin, (28/5/2018).

Sebelumnya Tjahjo dikabarkan oleh salah satu media online memerintahkan agar segera memusnahkan dan membakar KTP-el yang tercecer di jalan Raya Salabenda Semplak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/5).

Ia menjelaskan, perintah yang dikutip media online itu adalah perintah untuk ke depannya. Agar tak ada kasus serupa yang terjadi. Bukan perintah yang terkait tercecernya KTP-el di Bogor.

"Seperti orang mengetik ada kesalahan ganti kertas dan yang salah dibuang, begitu maksud saya, bukan yang tercecer. Yang salah ketik salah kan tidak harus disimpan dibawa ke gudang di luar kota. Kalau bisa kan langsung dimusnahkan daripada tercecer dan dimanfaatkan orang lain,” ujar politisi PDIP ini.

Sementara terkait ratusan keping KTP-el yang tercecer, Mendagri tegas tak boleh segera dimusnahkan, karena jadi barang bukti untuk pengusutan kasus.

“Kalau palsu kan harus diusut lagi, agar tahu motifnya, pembuatnya dan berapa  banyak dibuat  dan lain-lain,” ungkap Tjahjo.

Tags