Saturday, 22 Sep 2018 mondayreview

Kaitkan Pilkada, Demokrat Minta Polisi Usut Aktor Intelektual Tercecernya KTP


Penegak hukum harus transparan tanpa tebang pilih dalam mengusut insiden tercecernya KTP.

Agus Hermanto. (ist)

MONDAYREVIEW - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto mengatakan pihak Kepolisian harus menyelidiki perihal palsu atau tidaknya sejumlah KTP yang tercecer di Kabupaten Bogor. Ia menyarankan untuk merunut asal muasal serta alasan adanya KTP tersebut.

"Kan bisa saja ada kecurigaan bagi tentunya yang melaksanakan Pilkada dan sebagainya," ujar Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018).

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk turut mengawasi jalannya pengusutan. Selain itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk betul-betul transparan tanpa tebang pilih dalan menangani insiden tercecernya KTP.

"Semuanya harus mengawasi ini, sehingga dapat diungkap apa yang ada di balik tercecernya KTP yang jumlahnya banyak," imbuhnya.

"Ini tahun politik sehingga kecurigaan-kecurigaan itu dapat muncul," tukas Agus yang juga Wakil Ketua DPR RI.

Lebih lanjut, dirinya menolak rencana pemusnahan KTP yang tercecer. "Kalau ada yang bilang harus dimusnahkan menurut saya kurang bijaksana," tegasnya.

Menurut Agus, tetap harus terlebih dahulu diteliti secara runut perihal asal muasal KTP yang tercecer demi mendapatkan hasil yang akurat. Kemudian, lanjut dia, tidak bisa begitu saja menjustifikasi bahwa ada indikasi human error maupun dugaan KTP tersebut rusak.

"(Harus) betul-betul diselidiki, ditrace sampai (apakah) ada orang di baliknya, kalau ada aktor intelektualnya," tandas Agus.

Sebelumnya, masyarakat dibuat heboh dengan kasus KTP yang tercecer di Jalan Raya Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto insiden tercecernya KTP tersebut viral di media sosial sejak Sabtu (26/5).