Monday, 25 Jun 2018 mondayreview

Mantan Napiter : Kampus Muhammadiyah Telah Menghapus Paham Radikal Saya


Kampus Muhammadiyah betul-betul bisa mengubah jiwa, karakter dan pandangan radikal saya.

Mantan terpidana terorisme, Ali Fauzi/net.

MONDAYREVIEW - Mantan narapidana terorisme Ali Fauzi mengatakan, Muhammadiyah telah mengubah gaya hidup dan cara berpikirnya tentang pemikiran radikal. Perguruan tinggi Muhamadiyah tempat dia belajar pasca keluar dari tahanan, telah menghapus karakter radikalnya menjadi lebih menerima perbedaan.

“Kampus Muhammadiyah betul-betul bisa mengubah jiwa, karakter dan pandangan radikal saya,” ungkap Ali, seperti dikutip dari laman PWMU, Senin, (28/5/2018).

Ali menuturkan, hal itu didapatkannya ketika bersentuhan dengan para pengajar Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya). Dirinya waktu itu sedang menempuh studi magister studi Islam di UMSurabaya.

“Selama enam bulan pertama kuliah UMSurabaya saya sangat menderita. Saya seolah berada di neraka. Tapi setelah itu saya dapat pencerahan,” ungkapnya.

Hal tersebut kata dia, karena para pengajar UMSurabaya seperti Prof Syafiq Mughni, Prof Achmad Jainuri, Prof Zainuddin Maliki dan lainnya memaparkan tentang kemajuan budaya Barat. “Waktu awal itu dada saya sesak. Tapi para pengajar bilang Mas Ali, tolong kemarahannya ditahan dulu, jangan selalu dibawa-bawa,” tuturnya.

kemudian setelah setahun, Ali mengungkapkan, sudah mulai bisa menerima perbedaan pemikiran dan pendidikan moderat tentang Islam ramah. “Saya sekarang ingin bangkit. Saya ingin membantu mereka untuk terbebas,” pungkas Ali.