Saturday, 22 Sep 2018 mondayreview

DPP IMM Beri Klarifikasi Soal Pencatutan Nama Kadernya yang Diduga Fitnah Mentan


Saya mewakili Andi menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Menteri, tapi maaf ini bukan berarti bersalah, tapi untuk mengklarifikasi karena kelalaian.

DPP IMM Saat mendampingi Andi Maghfuri di Kepolisian, Selasa, (12/6)/ist

MONDAYREVIEW - Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ali Mutohirin menyampaikan permintaan maaf atas penangkapan kadernya, Andi Maghfuri, terkait informasi hoaks perselingkuhan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Ali menyebut, permintaan maafnya dalam rangka mengklarifikasi soal pencatutan nama kadernya atas fitnah tersebut.

"Saya mewakili Andi menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Menteri, tapi maaf ini bukan berarti bersalah, tapi untuk mengklarifikasi karena kelalaian sehingga nama dia rusak," kata Ali, di Jakarta, Rabu, (13/6/2018).

Ali menuturkan, dari informasi yang didapatkannya, bahwa kader IMM tersebut tidak sama sekali bermaksud mencemarkan nama baik Mentan. Hal itu, kata dia tidak mungkin mengingat mentan sendiri berasal dari keluarga Muhammadiyah.

"Info yang masuk ke saya tentu tidak mungkin kader kami bermaksud menjatuhkan karena Pak Menteri juga keluarga Muhammadiyah. Jadi tidak ada niat apa pun dari kader kami menjatuhkan Bapak," ungkap Ali.

"Sebenarnya web Piyungan Cyber inilah yang menjadi penyebab utamanya karena Andi tak terlibat dalam web itu. Namanya dicatut mem-publish info terkait hubungan itu yang di website," tegasnya.

Justru Ali mengungkap bahwa maksud Andi Maghfuri me-retweet adalah untuk menjelaskan bahwa dia tidak terlibat dalam web Piyungan tersebut yang berisi konten tidak bertanggung jawab.

Karena itu Ia mendukung pihak kepolisan agar segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mencari tahu siapa aktor di balik penyebar informasi dan pengguna akun Piyungan tersebut.

Sementara Pengacara Andi Maghfuri, Muhammad Solihin menjelaskan masalah ini bermula dari Andi yang memfollow akun Twitter Piyungan Cyber dan menemukan postingan dugaan asusila seorang menteri dengan bupati. AM lalu meretweet postingan tersebut.

"Andi hanya melakukan retweet dan kembali melanjutkan atau cuitan ulang. Dia bukan pelaku asal tindakan tersebut," ucap Solihin.

Setelah itu, kata dia, Andi sendiri kaget tiba-tiba dituduh sebagai bagian dari pengelola akun Twitter dan website Piyungan Cyber. Tuduhan itu salah satunya disebarkan oleh akun @KakekDetektif dengan mengotak-atik memasukkan alamat rumah Andi di web Piyungan Cyber.

Dengan bukti cuitan itu, mahasiswa asal Purworejo itu ditangkap Polda Metro Jaya hingga ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (12/6). Solihin merasa heran karena si pelaku utama pembuat hoaks dibiarkan polisi. "AM bukan pelaku asal tindakan tersebut," tegasnya.