Monday, 25 Jun 2018 mondayreview

Gerindra Beri 3x24 Jam Untuk Nuruzzaman Segera Minta Maaf


Jika tenggat waktu tersebut diabaikan selanjutnya kami akan menggunakan hak hukum untuk melaporkan secara pidana dan menggugat secara perdata.

Ilustrasi

MONDAYREVIEW - DPP partai Gerindra memberi waktu untuk Nuruzzaman selama 3 kali 24 untuk segera melakukan ralat ataupun klarifikasi, soal surat pengunduran dirinya. Pasalnya, dalam surat tersebut dinilai banyak sekali fitnah yang ditujukan untuk menjatuhkan partai berlambang burung garuda tersebut.

"Kami beri waktu 3x24 jam, Jika tenggat waktu tersebut diabaikan selanjutnya kami akan menggunakan hak hukum untuk melaporkan secara pidana dan menggugat secara perdata," kata Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Habiburokhman, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (13/6/2018).

Ia mengungkap, saat ini pihaknya sedang mengkaji isi surat yang menurutnya telah memfitnah partai Gerindra dengan tuduhan-tuduhan keji. 

"Saat ini Lembaga Advokasi Gerindra sedang mempelajari pernyataan di berbagai media yang disebut Saudara Nurruzzaman yang berisi fitnah teramat keji terhadap pengurus dan institusi Partai Gerindra antara lain mengatakan Gerindra corong kebencian," ungkap Habiburokhman.

Ia menegaskan, akan terus memperjuangkan kasus ini lantaran partai Gerindra sebagai sarana peejuangannya telah difitnah sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan buruk di tengah-tengah masyarakat.

"Reputasi dan nama baik Gerindra sebagai partai pembela rakyat kami bangun dengan keringat, darah dan airmata selama lebih sepuluh tahun dan tidak akan kami biarkan tercoreng oleh siapapun," tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Wakil Sekjen DPP Gerindra Mohammad Nuruzzaman, mengundurkan diri sebagai kader Gerindra. Alasan Nuruzzaman yaitu karena ketidak kesepakatannya dengan beberapa manuver politik Gerindra, dan puncaknya ketika Fadli Zon mengkritik KH Yahya Cholil Staquf yang melakukan kunjungan ke Israel beberapa waktu lalu.

"Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden," kata Nuruzzaman, Selasa, (12/6).