Saturday, 22 Sep 2018 mondayreview

Presiden Jokowi Luncurkan Pajak Final UMKM Jadi 0,5 Persen


Dengan penurunan tersebut, UMKM diharapkan bisa tumbuh melompat.

Presiden Jokowi/Biro Pers Setkab

MONDAYREVIEW – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan penerapan PPh final 0,5 persen untuk UMKM di Jatim Expo, Surabaya, jum’at (22/6) pagi. Jokowi berharap dengan penurunan pajak final untuk UMKM tersebut usaha mikro bisa tumbuh melompat menjadi usaha kecil, usaha kecil bisa tumbuh melompat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah bisa melompat besar.

“Pemerintah menginginkan seperti itu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara peluncuran penerapan PPh final 0,5 persen untuk UMKM di Jatim Expo, Suranaya, Jum’at (22/6) pagi.

Meski sekarang ini kondisi ekoomi global belum baik, namun menurut Presiden, dibandingkan dengan negara lain Indonesia patut bersyukur. Karena antara negara-negara G20 pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang berada di urutan 3 atau 4.

“Ini patut kita syukuri, karena negara lain banyak yang kelimpungan, karena kondisi ekonomi global belum membaik, belum normal,” ujar Presiden.

Kepala Negara yang didampingi Ibu Negara Iriana juga mengingatkan, dengan perubahan dunia yang sangat cepat, agar UMKM segera cepat menyesuaikan. “Jangan ketergantungan jualan langsung. Sekarang ada jualan online, bisa lewat facebook, Instagram, promosi lewat video di youtube silahkan itu digunakan karena dunia ini sudah berubah,” ujarnya.

Demikian juga hal yang berkaitan dengan pembayaran, Kepala Negara mengingatkan, pembayaran sekarang sudah tidak cash atau menggunakan kartu kredit lagi, melainkan dengan gadget atau HP sudah bisa melakukan pembayaran dimana-mana.

“Negara lain sudah melakukannya, kita juga di beberapa kota, juga mulai melakukan itu,” ungkap Jokowi.

Presiden meminta para pelaku UMKM agar melakukan perubahan seperti ini, mempresentasikan dan mempromosikan barang-barangnya lewat online. Selain itu, Presiden mengingatkan, bahwa produk yang bagus tapi kemasannya tidak bagus, mulai dibenahi dengan membuat kemasan dan packaging yang baik. Barangnya diberi nama yang baik sehingga mudah dikenal oleh masyarakat dan menarik untuk dibeli.

[Mrf]