Monday, 22 Oct 2018 mondayreview

Saham Mahaka Melonjak, Saratoga Melorot


Seberapa jauh posisi politik mendongkrak harga saham tertentu di lantau bursa?

gedung BEI (c) kabarnews

MONDAYREVIEW – Posisi politik berpengaruh terhadap kinerja saham yang dimiliki sang politisi? Nampaknya begitu. Bahkan bisa jadi terlalu besar pengaruhnya pada beberapa kasus. Terus melonjak pada perdagangan pekan lalu, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) kena suspend. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham emiten media ini untuk perdagangan sebagaimana dilaporkan kontan.id pada Senin (17/9).

Sebagaimana dilaporkan berbagai media BEI telah melakukan suspensi atas perdagangan saham Mahaka yang dinilai tak wajar. Lidia M. Panjaitan, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam pengumuman akhir pekan lalu menyampaikan bahwa sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham Mahaka Media, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham ABBA pada perdagangan tanggal 17 September 2018.

Pelaku pasar diharapkan dapat mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi pada saham ABBA.  Perlu diketahui bahwa harga saham ABBA terus berada di level terbawah, Rp 50 per saham sejak akhir Juni 2018 lalu.

Harga saham ABBA terus melaju ke level Rp 145 per saham.  Ini menjadi yang tertinggi sejak Februari 2012. Kenaikan yang oleh BEI dianggap masuk dalam kategori unusual market activity (UMA) setelah adanya lonjakan harga yang signifikan.  Kenaikan hingga 190% ini terjadi sejak Senin pekan lalu.

Hampir bisa dipastikan bahwalonjaka harga saham Mahaka Media ini terkait dengan kesediaan Erick Thohir untuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Capres Joko Widodo- Cawapres Ma’ruf Amin, dalam Pemilu Presiden 2019. Pasar merespon posistip dan menaruh harapan pada figur pengusaha ini. Kepercayaan yang mendongkrak harga saham perusahaan yang identik dengan sosoknya.

Kalau kita cermati aporan keuangan perusahaan Erick Tohir, PT Mahaka Media Tbk (ABBA), dalam tiga tahun terakhir, Mahaka mencatatkan rugi bersih, meski nilai kerugiannya terus menurun. Tahun lalu kerugiannya sebesar Rp 37 miliar, turun dari dua tahun sebelumnya yang sebesar Rp 42 miliar (2016) dan Rp 45 miliar (2015).

Pada Kamis (13/9) Saham ABBA melesat 34 poin (28,10 persen) ke posisi Rp 155. Saham ABBA dibuka di level Rp 163, posisi tertinggi di Rp 163 dan terendah di Rp 122. Lonjakan yang luar biasa namun juga menjadi perhatian khusus manajemen BEI.

Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 7.678 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 1.841.370 saham senilai Rp 26,91 miliar. Angka-angka inilah yang membuat BEI memutuskan untuk melakukan suspen terhadap saham Mahaka Media yang menggunakan akronim ABBA kala diperdagangkan di lantai bursa.

Sebaliknya  dengan PT Saratoga Investama Tbk (SRTG) yang identik dengan sosok Sandiaga Uno. Kiprah  Sandi sebagai Fund Manager atau manager investasi boleh dibilang meroket bersama Saratoga Investama Sedaya. Sandi memiliki saham minoritas di perusahaan yang dirintisnya bersama Edwin Soerjadjaja. Ia masih memiliki lebih dari 5 persen kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Sebagaimana diketahui William Soerjadjaja adalah mentor bisnis Sandiaga Uno.

Hingga pukul 10.59 waktu JATS, pada Peerdagangan Kamis (13/9). Saham SRTG melorot 150 poin (3,66 persen) ke level Rp 3.950. Saham SRTG dibuka di Rp 4.000, mencapai posisi tertinggi di Rp 4.000 dan terendah di Rp 3.950. Saham SRTG ditransaksikan sebanyak 2 kali dengan nilai Rp 795 juta.

Kinerja keuangan SRTG memang kurang baik akhir-akhir ini. Di semester I 2018 tercatat rugi Rp 1,032 triliun. Berbeda dengan tahun 2017 masih mencatat laba Rp 3,231 triliun dan tahun 2016 mencatat laba Rp 5,669 triliun. (MTA)