Tuesday, 23 Oct 2018 mondayreview

KPU: DCT Dipastikan Bersih Dari Eks Napi Koruptor


Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, Daftar Calon Tetap (DCT) telah bersih dari mantan koruptor. Calon DPR RI yang sebelumnya tercatat sebagai mantan koruptor diganti oleh masing-masing partai pengusung

foto: illustrasi/net

MONDAYREVIEW - Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, Daftar Calon Tetap (DCT) telah bersih dari mantan koruptor. Calon DPR RI yang sebelumnya tercatat sebagai mantan koruptor diganti oleh masing-masing partai pengusung.

"Jadi saya mengklarifikasi bahwa di DCT DPR RI tidak ada calon mantan napi korupsi," kata Ilham Saputra di gedung KPU jalan Imam Bonjol Menteng Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). 

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa PKPU Nomor 20 tahun 2018 dianggap berbenturan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 yang membolehkan eks napi koruptor ikut dalam pemilihan legislatif. 

Namun, KPU memastikan dari putusan DCT DPR RI hari ini tidak ada yang berasal dari mantan narapidana korupsi. 

Ilham menambahkan, walaupun sebelumnya terdapat tiga orang yang tidak diganti oleh partai. Namun setelah mendapat mendapat informasi dari masyarakat bahwa diketahui ia mantan napi koruptor partai mengganti.

"Saya sudah jelaskan bahwa satu dari PDIP Perjuangan (Maman Yuda) itu mereka ingin mengganti tapi tidak bisa kita gantikan karena mengajukan nama dari dapil lain," katanya. 

Komisioner KPU itu menjelaskan, atas masukan masyarakat PDIP bersedia mengganti. Namun partai memasukan nama lain dari Dapil lain dan itu tidak diperbolehkan karena melanggar aturan. 

"Nah dalam peraturan itu tidka boleh, kami sudah mengusulkan agar diganti orang baru tapi tidak dilakukan sehingga kami menolak untuk digantikan," tambahnya.

Larangan digantikan orang lain yng berasal dari dapil lain tidak diperbolehkn karena tidak diperbolehkan mengganti dari dapil lain. Kedua tidak boleh mendaftarkan nama yang sama dua kali.  

"Tentu dua kali ini yang jadi persoalan sehingga kita tolak kemudian yang dua ini dari Hanura tidak diganti oleh partainya sehingga dicoret saja tidak dimasukkan proses masuk dalam DCT," katanya. 

Selain dari PDIP, nama lain dari partai Hanura yang mantan koruptor juga muncul kemudian langsung dicoret. 

"Kemudian yang hanura (abdul hafid dan agus supriyadi) tidak digantikan oleh partai. Sehingga tidak ada nama calon daftar DCT DPR napi koruptor itu tidak ada," pungkasnya.