REDAKSI

MONDAYREVIEW.COM - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini melanjutkan kembali peningkatan kinerja yang ada pada 2021. Pelindo menargetkan pendapatan tumbuh moderat mencapai Rp 30,4 triliun pada tahun 2022 ini.

"Target pertumbuhan pendapatan ini sejalan dengan laba bersih yang diharapkan meningkat menjadi Rp 3,9 triliun," kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Mulyono, yang dikutip dari Republika, Rabu (29/6/2022).

Ali optimistis target pertumbuhan kinerja pada tahun ini bisa terlaksana. Menurut dia, hal tersebut didukung oleh pulihnya perekonomian global, terutama dengan produksi barang-barang industrial ataupun hasil pertanian. 

Utuk mencapai target tersebut, ujar Ali, Pelindo juga sudah menyiapkan strategi.

"Untuk mencapai target ini, Pelindo akan berfokus pada penyelarasan bisnis pascaintegrasi melalui standardisasi, integrasi operasional, dan komersial," kata Ali.

Ali menjelaskan, laba bersih tersebut turut menyumbang peningkatan laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2021 yang mencapai total Rp 126 triliun. Pendapatan perusahaan pelat merah tersebut meningkat hingga 869 persen dari laba pada 2020. 

Ali menambahkan, capaian positif Pelindo pada 2021 sejalan dengan program merger yang telah dijalankan pada Oktober 2021. "Perseroan telah bukukan pendapatan usaha senilai Rp 28,8 triliun, naik dibandingkan pendapatan usaha 2020, yakni sebesar Rp 26,6 triliun," ujar Ali menjelaskan. 

Selain itu, Ali mengatakan, Pelindo juga memberikan kontribusi pada negara. Kontribusi tersebut dilakukan melalui setoran Dividen, PNBP, Konsesi, PPH, PPN, dan PBB dengan nilai total Rp 4,7 triliun pada tahun buku 2021.

 "Salah satu fokus utama Pelindo pascamerger adalah transformasi operasional pada kluster peti kemas melalui standardisasi dan sistemisasi pelabuhan,” tandas Ali.  

Pelindo memastikan juga akan terus mendukung upaya pemangkasan biaya logistik di Indonesia. 

Sebelumnya, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, peran Pelindo dalam memangkas biaya logistik melalui upaya dalam memperpendek waktu port stay. 

"Bagaimana cara Pelindo memperbaiki biaya logistik adalah bagaimana mengupayakan sependak mungkin kapal di Pelabuhan atau port stay. Itu cara untuk mengurangi biaya logistik," ujar Arif. 

Setelah Pelindo merger, Arif menuturkan, banyak transformasi yang dilakukan di pelabuhan. Khususnya, dalam mengupayakan efisiensi waktu kapal saat berada di Pelabuhan tersebut.

"Jadi, Pelindo kembali ke jati dirinya. Pelindo ini merupakan perusahaan jasa dan pelayanan di pelabuhan," ujar Arif. 

Arif menjelaskan, pelabuhan memiliki peran dalam upaya mengefisiensikan biaya logistik nasional dalam aspek transportasi kapal dan inventory carrying cost.

Arif mengatakan, dari 23 persen biaya logistik di Indonesia, kontribusinya 8,9 persen dari inventori, 8,5 persen dari darat, 2,8 persen dari laut, 2,7 persen dari admin, dan 0,8 persen dari kontribusi lain. 

 

Baca Juga
Member of Monday Media Group.
Copyright © 2021 MondayReview .
All rights reserved.
Privacy Policy | Contact