7 Fakta Seputar Raksasa Koperasi Jepang

7 Fakta Seputar Raksasa Koperasi Jepang

MONDAYREVIEW.COM – Salah satu kekuatan ekonomi Indonesia adalah potensi pasarnya yang luas dan besar. Ukuran ekonomi negeri kita tak bisa dipandang remeh oleh siapapun. Tentu kita tak boleh mengandalkan pasar produk dan pasar tenaga kerja di dalam negeri. Namun mengabaikannya akan berakibat fatal.

Sebelum bicara peningkatan kelas koperasi menjadi pemain global ada baiknya kita menaruh perhatian pada upaya untuk menyelamatkan pasar lokal. Krisis ekonomi dapat terjadi kapan saja dan harga-harga dapat melambung tinggi tak terkendali. Jika rantai pasok bahan pokok dalam negeri terbangun dengan baik maka ancaman itu dapat dieliminasi.

Kita dapat bercermin dari Jepang. Disamping kuat dalam riset yang menghasilkan banyak paten dan hak kekayaan intelektual lainnya Jepang juga memiliki kekuatan Koperasi yang mampu menangani kebutuhan masyarakatnya. Dalam keadaan krisis pun koperasi inilah yang mampu memasok kebutuhan anggotanya dan konsumen pada umumnya dengan harga yang masuk akal.

#1 Inilah keunggulan pertama yang sekilas cukup sederhana. Dengan memanfaatkan teknologi informasi sistem pelayanan delivery order ke rumah-rumah anggota menjadi unggulan. Terbukanya informasi mengenai produk baik dari sisi ketersediaan dan kualitas membuat puluhan juta anggota koperasi konsumen di Jepang menjadi sangat loyal dan tidak bergeser ke toko-toko privat yang lain

#2 Kebersamaan adalah kuncinya. Di JCCU kerja sama tersebut sangat memungkinkan karena awal mula koperasi tersebut juga bermula dari semangat kebersamaan. Nilai kebersamaan inilah yang mendorong semakin menguatnya koperasi. Daya tahannya semakin tinggi. Dan menjadi salah satu pilar dalam perekonomian. Terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok. Dan menjangkau kalangan masyarakat hingga lapisan terbawah.

#3 JCCU dibentuk sebagai wadah bersama pengembangan koperasi di Jepang khususnya bidang pemasaran agrikultur produk petani. Yang selalu terpinggirkan dalam rantai ekonomi adalah petani. Dan koperasi menjadi jalan keluar paling efektif dalam meningkatkan posisi tawar petani. Jika menjadi petani dan pegiat koperasi tani telah menjadi salah satu pilihan yang keren bagi warga masyarakat khususnya generasi muda tentu semakin besar harapan pada ketahanan pangan kita.    

#4 Setiap langkah butuh pelopor. Demikian pula dengan gerakan koperasi. Dipelopori Co-Op Kobe (koperasi konsumen pertama) tahun 1879, koperasi di Jepang berkembang terutama di kantong-kantong industri seperti Tokyo, Kyoto, Fukushima dan Kansai. Koperasi tumbuh menjadi jaring ekonomi bagi kalangan menengah ke bawah. Kalangan pekerja dan petani. Kalangan yang seringkali ‘kalah’ melawan gelombang arus modal.

#5 Perang mengguncang krisis pun datang. Di saat itulah koperasi semakin nyata perannya. Menyelamatkan perekonomian dalam negeri dan menerjemahkan nasionalisme dalam semangat berdikari. Mayoritas koperasi pionir bersatu dalam wadah JCCU pada tahun 1951. Saat ini JCCU memiliki 586 koperasi konsumen sebagai anggota dengan 28 juta lebih penduduk Jepang menjadi anggota gerakan koperasi konsumen ini.

#6 Jika di masa sulit saja koperasi dapat bertahan dan menolong masyarakat dari krisis minimnya pasokan barang kebutuahn sehari-hari apalagi di masa damai. Saat ini JCCU memiliki 967 toko tersebar di seantero negeri, total omset koperasi konsumen di bawah JCCU ini mencapai 2,7 triliun yen ini setara dengan 270 triliun rupiah. Sebuah angka yang menakjubkan untuk ukuran koperasi di Indonesia.

#7 Perkembangannya terus menguat. Bahkan mendunia. JCCU telah menjelma menjadi perusahaan raksasa. Hampir seribu toko koperasi di Jepang ini juga didukung perwakilan perusahaan di negara lain. Perwakilannya di luar negeri semakin banyak. Eksistensinya semakin dirasakan dan diakui. Kantor JCCU di luar negeri dengan label CO-OP TRADE beroperasi di Washington-USA, Shanghai, Hongkong, Ho Chin Min, Bangkok dan Singapura. Kantor perwakilan ini berfungsi untuk memperdagangkan dan memasok produk kebutuhan koperasi konsumen warga Jepang di luar negeri, dan berkembang kepada pelayanan bidang lainnya.