Anak Muda dan Peluang Berprestasi Melalui Digital Talent Scholarship

Anak Muda dan Peluang Berprestasi Melalui Digital Talent Scholarship

MONDAYREVIEW.COM - Mudahnya akses teknologi dan informasi membuka ruang yang lebar bagi anak muda Indonesia untuk berprestasi di ajang internasional. Kesempatan itu tak boleh dilewatkan bila kita tidak ingin tertinggal. Bahkan Indonesia bisa menyamai prestasi negeri jiran dan negara-negara maju bila memiliki SDM yang berani dan bekerja keras untuk beprestasi.

Daya saing berbasis SDM itulah yang menjadi perhatian dan fokus Pemerintah saat ini. Target pengembangan SDM oleh Pemerintah saat ini adalah agar dapat membangun dan mengembangkan ekosistem anak negeri untuk menguasai teknologi di masa yang akan datang.

Menteri Rudiantara saat menghadiri Pekan Komunikasi 2019 pada Senin (8/4/2019) menegaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan SDM adalah, dengan menghadirkan program Digital Talent Scholarship dibawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Salah satu permasalahan kita adalah sumber daya manusia, maka Indonesia butuh rata-rata 600 ribu digital talent setiap tahunnya,” kata Menteri Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan, pengembangan digital talent ini difokuskan kepada generasi muda, industri, serta dunia bisnis. Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, kata dia, pemerintah harus fokus kepada pembangunan sumberdaya manusia.

“Tahun ini, pemerintah akan kembangkan 20 ribu digital talent, maksimalnya 25 ribu. Mudah-mudahan tahun ini 20 ribu tercapai. Tahun depan, akan kita tingkatkan lagi,” ucap Menteri Rudiantara.

Menteri Rudiantara menjelaskan, program tersebut disambut antusias anak muda. Pada tahun 2018, Kominfo membuka pilot project kepada 1000 digital talent.

“Komunikasi bukan hanya men-deliver pesan saja tapi dengan komunikasi bisa menemukan inovasi baru di era disruption. Mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal untuk kreasi hal-hal baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya,” kata Menteri Rudiantara di Balai Sidang Universitas Indonesia.

Kompetisi membutuhkan kesiapan dan terobosan. Langkah perubahan yang linear akan cenderung tertinggal dalam kompetisi dunia yang sangat cepat.

Usia produktif menjadi pilar bagi masa depan Indonesia. Dalam bidang teknologi informasi dan bidang bidang lainnya. Akan menjadi kekuatan strategis dalam membangun Indonesia yang kuat secara ekonomi, politik, pertahanan, bahkan sosial budaya.

Disamping bonus demografi dan economic size yang setara dengan gabungan ukuran ekonomi seluruh negara ASEAN, Indonesia juga mendapatkan tambahan lapisan konsumen yang siginifikan besarnya.  Dalam kesempatan itu Menteri Rudiantara mengatakan di Indonesia akan ada tambahan consuming class sebanyak 90 juta jiwa. Pada tahun 2017, consuming class telah mencapai 45 juta, ditambah 90 juta di tahun 2030.

“Jadi ada 135 juta consuming class di Indonesia pada 2030 nanti. Kalau teman-teman mahasiswa sekarang usianya rata-rata 21 atau 22 tahun, 10 tahun kedepan akan memasuki bonus demografi di Indonesia,” lanjut Menteri Rudiantara.

Melihat potensi yang begitu besar bagi bangsa Indonesia kedepan, kata Menteri Rudiantara, tugas pemerintah adalah memastikan hal tersebut terjadi di Indonesia.

“Tugas saya hanya satu sebenarnya, memastikan angka-angka yang tadi saya sampaikan, itu terjadi di Indonesia. Karena itu adalah milik yang sah dari generasi muda Indonesia,” ungkapnya.