Angin Segar Bagi Aktivis Perempuan di Saudi

Angin Segar Bagi Aktivis Perempuan di Saudi

 

MONDAYREVIEW.COM - Arab Saudi untuk sementara waktu membebaskan tiga aktivis hak-hak perempuan yang ditahan selama hampir satu tahun. Berita ini berdasarkan pada informasi yang dirilis media pemerintah Saudi . Pembebasan sementara ini menyusul sidang pengadilan di mana para tahanan itu menuduh penyiksaan dan pelecehan seksual selama interogasi.

Ketiga perempuan itu telah lama mendorong hak untuk mengemudi dan menyerukan diakhirinya undang-undang perwalian kaum lelaki yang bersifat membatasi. Undang-undang itu mengharuskan kaum perempuan dari semua kelompok usia untuk mendapat izin dari kerabat lelaki mereka untuk bepergian keluar negeri, memiliki paspor, menikah, atau menjalani prosedur medis tertentu.

Tiga aktivis hak perempuan Saudi itu telah dipenjarakan selama 10 bulan. Dua sumber kantor berita Associated Press hari Kamis (28/3) menegaskan bahwa Aziza al-Yousef, seorang profesor, Eman al-Nafjan, ibu empat anak dan seorang profesor linguistik, dan seorang perempuan lainnya telah dibebaskan.

Mereka dibebaskan setelah sidang kedua pada hari Rabu tentang persidangan tingkat tinggi mereka bahwa wartawan asing dan diplomat dilarang menghadiri. Para perempuan menghadapi dakwaan yang dikatakan organisasi HAM terkait dengan kontak dengan media internasional dan kelompok HAM.

Dalam laporannya, SPA mengatakan pengadilan pidana Riyadh "menunjukkan bahwa pembebasan sementara diputuskan setelah mempelajari permintaan mereka yang diajukan selama sesi persidangan".

Ia menambahkan bahwa pengadilan akan terus memeriksa kasus-kasus mereka dan bahwa pembebasan bersyarat atas kehadiran mereka di persidangan sampai keputusan akhir tercapai.

Seorang kerabat salah seorang wanita mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa para wanita itu masih harus muncul di pengadilan ketika persidangan dilanjutkan pada 3 April.

Lebih dari 11 aktivis ditangkap Mei lalu dan mereka yang diadili termasuk juru kampanye hak asasi Loujain al-Hathloul dan profesor universitas Hatoon al-Fassi.

Pembebasan itu berlangsung sehari setelah lebih dari 10 aktivis hak-hak perempuan Saudi tampil di hadapan panel beranggotakan tiga hakim di pengadilan di Riyadh dan menyampaikan pembelaan mereka. Mereka juga berbicara mengenai penganiayaan fisik dan pelecehan seksual yang mereka sebut dilakukan oleh para interogator berpenutup wajah.

Ini adalah pertama kalinya mereka dibebaskan dari tahanan sejak Mei tahun lalu. Mereka hadir dalam sidang kedua sejak ditangkap, Rabu lalu.