Aroma Tiongkok dalam Piala Dunia Rusia 2018

Aroma Tiongkok dalam Piala Dunia Rusia 2018
Foto: Getty Images

ADA satu perbedaan yang mencolok dari Piala Dunia 2018 ini dengan Piala Dunia lainnya. Yaitu banyaknya perusahaan Tiongkok yang menjadi sponsor di pinggir lapangan dan di layar televisi. Membuat seakan Piala Dunia 2018 bermain di negara Tiongkok.

Sejak diberlakukannya reformasi ekonomi 1978, Tiongkok menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok rata-rata 10 persen selama 30 tahun. Yang membuat Tiongkok saat ini menjadi kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan dalam jangka waktu yang panjang, mengakibatkan perusahaan-perusahaan di Tiongkok tumbuh menjadi raksasa yang ingin berekspansi keseluruh dunia. Dan momentum Piala Dunia Rusia saat ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh perusahaan-perusahaan dari Tiongkok untuk mewujudkan tujuannya tersebut.

Perusahaan-perusahaan asal Tiongkok diperkirakan telah menghabiskan USD 835 juta (Rp 11,6 triliun) untuk belanja iklan dalam Piala Dunia 2018. Sedangkan perusahaan-perusahaan dari Amerika membelanjakan iklannya sekitar USD 400 juta (Rp 5,5 triliun). Sehingga jika dibandingkan, belanja iklan perusahaan-perusahaan Amerika hanya setengahnya dari perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Apalagi jika dibandingkan dengan belanja iklan perusahaan-perusahaan asal tuan rumah Rusia yang hanya USD 64 juta (Rp 893 miliar). Membuat Piala Dunia Rusia ini menjadi ajang pertunjukkan kehebatan ekonomi Tiongkok. Dari sisi ekonomi mengartikan fenomena sponsor perusahaan Tiongkok ini sebagai bentuk kemenangan perang dagang Tiongkok atas Amerika.

Namun jika dilihat dari sisi politik, kecilnya anggaran sponsor perusahaan dari Amerika merupakan sebuah kesengajaan, bukan karena ketidakmampuan. Karena bagaimanapun juga Rusia masih merupakan musuh utama Amerika. Dan banyak perusahaan multinasional besar dunia yang berasal dari Amerika dan negara-negara barat sekutunya.

Rusia sendiri sejak awal menyadari akan berpalingnya perusahaan-perusahaan Multinasional asal Amerika dan sekutunya dalam Piala Dunia ini. Sehingga Rusia mengalihkan target iklannya kepada perusahaan asal Tiongkok. Dari 34 tempat sponsor yang ditawarkan dalam Piala Dunia Rusia, hanya 19 yang telah diisi, 7 diantaranya adalah perusahaan Tiongkok.

Tujuh perusahaan Tiongkok yang mensponsori Piala Dunia 2018, yakni Dalian Wanda Group, Hisense Electronics Co, Tiongkok Mengniu Dairy Co, Yadea Technology Group Co Ltd, Vivo Mobile Communication Technology, Zhidian Yijing Virtual Reality Technology, dan Immerex.

Kehadiran banyaknya perusahaan dari Tiongkok dalam mensponsori Piala Dunia saat ini di duga sebagai cara untuk menarik Piala Dunia agar di helat di sana. Mengingat pada Piala Dunia 2010  hanya ada satu perusahaan Tiongkok yang menjadi sponsor yaitu Harben Beer. Sekaligus mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama dari daratan Tiongkok yang terlibat dalam perhelatan akbar sepak bola sejagat itu.  

Sedikitnya sponsor pada Piala Dunia 2018 ini sangat mengejutkan. Karena pada Piala Dunia 2014 paket sponsor terjual habis jauh sebelum kick-off. Hal ini diakui dunia usaha sebagai reaksi terhadap Rusia yang tidak dipercaya oleh dunia barat.

Perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia diperkirakan membelanjakan iklan sebesar USD 2,4 miliar (33,5 triliun) pada Piala Dunia di Rusia ini. Merek-merek global tersebut diperkirakan akan mampu menjangkau 3,5 miliar audiens di seluruh dunia selama penyelenggaraan berlangsung. Menunjukkan tidak ada perhelatan di muka bumi ini yang mampu menjangkau separuh penduduk dunia selain Piala Dunia.