Awas! Ada Kelompok yang Ingin Merusak NKRI

Awas! Ada Kelompok yang Ingin Merusak  NKRI
Ngaji Kebangsaan Bamusi.

MONDAYREVIEW.COM - Islam mengajarkan untuk mencintai tanah air. Islam juga memerintahkan agar ummat berjuang serta membela tanah kelahiran, apapun bentuknya, apakah itu Republik atau kerajaaan.

Karena itu, kata Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) KH Nukman Basori, ummat Islam juga harus menjaga keutuhan NKRI, yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan. Sebagai ummat terbesar, ummat Islam juga harus bisa memberikan tauladan kepada seluruh warga negara Indonesia. 

"Tidak boleh lagi ada pembedaan dalam memperlakukan muamalah kepada sesama warga negara. Sebab kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang mampir ke Indonesia. Oleh karenanya kita wajib menjunjung tinggi nama bangsa sebagai kecintaan kita terhadap negara yang tempat lahir dan insya allah tempat mati kita juga," kata Gus Nukman di hadapan ratusan jamaah di Kuningan Barat, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).

"Ummat Islam jangan sampai menjelekkan nama bangsa dengan balutan nuansa Islami, tapi yang sebenarnya adalah ingin menghancurkan NKRI," sambung Gus Nukman.

Gus Nukman mengingatkan bahwa akhir-akhir ini ada kelompok yang menginginkan NKRI untuk diubah menjadi negara Islam secara perlahan. Mereka berjuang mengubah sistem di Indonesia menjadi sistem  khilafahan. 

"Ini yang menghawatirkan. Generasi penerus bangsa ini telah mereka racuni dengan cara menakut-nakuti dan menebar ancaman bila tidak sepaham dengan mereka sama saja dengan kafir," ungkapnya.

Padahal, jelasnya, para pendiri bangsa juga mengajarkan agar ummat Islam bersikap toleran. Seperti yang disampaikan pendiri Nahdlatul Ulama bahwa mencintai tanah air itu bagian daripada iman. 

"Inilah cara-cara ulama terdahulu yang arif dan bijaksana untuk membimbing ummat Islam di nusantara ini dengan benar sehingga tercipta kedamaian dalam hidup berbangsa. Tidak seperti kelompok wahabi yang datang ke Indonesia ini selalu menebar kebencian dan permusuhan terhadap sesama Islam sendiri," demikian Gus Nukman.