Bamsoet Minta DPR Rapat Bahas Tambahan Anggaran Pemberantasan Terorisme

Bamsoet Minta DPR Rapat Bahas Tambahan Anggaran Pemberantasan Terorisme
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (ist)

MONDAYREVIEW - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyadari belum maksimalnya dukungan anggaran bagi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), TNI serta Kepolisian dalam mengoordinasikan 36 kementerian/lembaga untuk penanggulangan terorisme.

Bamsoet lantas meminta dilakukan Rapat Gabungan antara Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) dan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) bersama Komisi I DPR, Komisi III DPR, Komisi XI DPR dan Badan Anggaran DPR. Hal itu untuk mengajukan RUU Usul Inisiatif DPR tentang Perubahan APBN 2018.

"Guna membahas penambahan anggaran penanggulangan terorisme agar dapat menjamin rasa keamanan dan kenyamanan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (8/6/2018).

Dirinya juga meminta Komisi III DPR mendorong Kepolisian RI untuk mengkaji serta mengawasi daerah yang terindikasi terdapat sel-sel teroris di 34 kepolisian daerah. Bamsoet berharap paham radikalisme tidak berkembang di tengah masyarakat.

Kemudian, ia meminta Komisi I DPR mendorong Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo 90 Korphaskas TNI AU di bawah koordinasi Panglima TNI untuk tetap bersinergi dengan Kapolri dan Densus 88 Kepolisian RI dalam menanggulangi dan mengantisipasi berkembangnya paham-paham radikal dan terorisme. Hal itu sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi kepada aparat keamanan apabila ada pergerakan yang terindikasi paham radikalisme dan sel-sel teroris yang ada di masyarakat. "Guna terciptanya ketertiban dan kenyamanan dalam bersilaturahmi di antara sesama anak bangsa, terutama dalam suasana menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1439 H," pungkasnya.