Belajar Merdeka dengan Merdeka Belajar

Belajar Merdeka dengan Merdeka Belajar
Sumber gambar: antaranews.com

MONDAYREVIEW.COM – Kemerdekaan adalah cita-cita luhur para founding fathers Negara kita yang akhirnya dapat terwujud pada 17 Agustus 1945. Dalam pembukaan konstitusi Negara Indonesia, disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka dari itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Bung Karno dalam setiap pidatonya selalu memulai dengan salam kebangsaan, yakni pekik merdeka di hadapan massa.

Jika yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa kita hanya kesejahteraan lahir saja, maka tak perlu sulit-sulit merdeka untuk melakukannya. Tinggal menekan kolonialis untuk memperhatikan kemakmuran daerah jajahannya, kesejahteraan ekonomi pun akan terwujud. Namun tak ada kesejahteraan batin bagi bangsa yang terjajah, karena harus selalu terikat dengan negara penjajahnya. Maka dari itu kemerdekaan adalah suatu harga mati yang harus direbut, jiwa dan raga siap dikorbankan demi meraih kemerdekaan.

Adalah para pahlawan yang sebagian harus gugur di medan perang saat meraih maupun mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kita beruntung lahir dalam masa-masa menikmati hasil perjuangan mereka. Perjuangan kita bukan lagi merebut kemerdekaan, namun mengisi kemerdekaan dengan karya kita untuk kemajuan bangsa. Walaupun perjuangan memerdekakan bangsa sudah selesai, namun masih ada agenda selanjutnya, yakni melahirkan individu-individu merdeka yang akan membangun negeri ini.

Mengapa harus individu merdeka? 350 tahun Indonesia terjajah, menghasilkan mentalitas manusia terjajah. Mental-mental terjajah ini akan menghambat pembangunan bangsa. Oleh karena itu diperlukan revolusi mental dari mental terjajah menjadi mental merdeka. Individu-individu dengan mental yang merdeka akan membuat pembangunan Indonesia dalam berbagai bidang berlangsung dengan cepat. Sebabnya individu merdeka mempunyai inisiatif, kreatifitas dan inovasi dalam bergerak membangun bangsa.

Bagaimana cara melahirkan individu-individu merdeka yang siap berkontribusi untuk bangsa? Satu-satunya cara adalah melalui pendidikan. Sistem pendidikan di Indonesia akan menentukan apakah output yang dihasilkan adalah individu bermental terjajah atau bermental merdeka. Agar output yang dihasilkan adalah manusia merdeka, maka yang harus diperbaiki adalah bagian proses pendidikan. Proses pendidikan harus dibuat agar anak berkembang potensinya, merdeka menentukan perannya di masyarakat dan menghasilkan karya nyata.

Inilah yang mengilhami Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meluncurkan sebuah program bertajuk Merdeka Belajar. Menurut Mendikbud ada empat kebijakan yang menjadi langkah konkret dari program merdeka belajar. Pertama mengganti Ujian Sekolah Berstandar Nasional dengan assessment kompetensi dan karakter. Kedua, menggangi Ujian Nasional dengan assessment siswa. Ketiga, penyederhanaan RPP dan silabus untuk guru. Keempat fleksibilitas system zonasi bagi penerimaan peserta didik baru.

Ada dua pihak yang dicoba untuk menjadi lebih merdeka, yakni guru dan peserta didik. Guru selama ini dibebani dengan administrasi yang rumit. Hal ini membuat waktu guru menjadi terpecah antara mempersiapkan materi mengajar dengan mengurus administrasi. Merdeka belajar menyederhanakan beban administrasi guru. Diharapkan guru bisa terus mengasah kemampuannya dan menambah wawasannya dalam mencerdaskan siswa. Najeela Shihab founder Sekolah Cikal juga mempunyai komunitas guru belajar. Sekolah Cikal sudah menerapkan konsep merdeka belajar sebelum diadopsi oleh Kemdikbud.

Dalam program merdeka belajar, peserta didik lebih dihargai berdasarkan potensi, minat dan bakatnya masing-masing. Selama ini sistem pendidikan kita menganut sistem ranking, dimana peserta didik dihargai berdasarkan nilai berupa angka yang didapatnya. Siswa dengan angka-angka yang rendah dianggap bodoh . Sementara siswa dengan angka-angka yang bagus dianggap pintar dan hebat. Padahal boleh jadi seorang siswa lemah di satu mapel namun kuat di mapel lainnya. Merdeka Belajar mendorong siswa untuk menjadi hebat dalam minat dan bakatnya masing-masing.

Merdeka Belajar adalah harapan baru bagi pendidikan di Indonesia. Diharapkan dengan adanya program merdeka belajar, maka setiap siswa akan belajar untuk merdeka. Individu-individu merdeka adalah calon-calon pemimpin merdeka di masa depan. Di bawah para pemimpin merdeka, negara Indonesia akan melesat menjadi negara maju bersaing dengan negara-negara adidaya lainnya.