Branding Jamu Tradisional di Platform Digital

Branding Jamu Tradisional di Platform Digital
Presiden Kopi Pahit/ ist

MONDAYREVIEW.COM – Sehat itu Cantik. Dan kecantikan yang alami punya nilai tersendiri. Dalam tubuh yang sehat akan terpancar kecantikan alami hingga inner beauty.  Misalkan kulit yang sehat akan sangat menunjang penampilan kita. Kecantikan luar dalam adalah kecantikan yang berbasis pada kesehatan alami. Jamu adalah jawaban atas kebutuhan untuk sehat dan cantik alami.

Kesehatan dan kecantikan tak terpisahkan. Pendapat ini terungkap dalam Diskusi Daring bertajuk Ngejamu : New Lifestyle New Normal yang diselenggarakan oleh Monday Media Group pada Selasa 30 Juni 2020 yang menghadirkan Kusuma Anjani dari Mustika Ratu, M. Muchlas Rowi dari Jamkrindo, Pengusaha IKM Jamu Ariel Dwi Puspitawati dan Putri Indonesia Pariwisata 2020 Jihane Chedide, dan pengusaha muda “bongsang’ Indramayu Hera Wijaya.     

Dengan kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia telah berkembang industri herbal atau jamu. Yang perlu ditingkatkan adalah awareness. Minum jamu akan kembali menjadi lifestyle. Sama seperti ngopi. Semakin banyak orang melakukan testimoni akan semakin kuat kesan yang tertanam di benak publik.

Nilai ekonominya luar biasa. Industri besar dan industri kecil akan sangat potensial untuk bekerjasama. Saling mendukung antar industri kecil sudah tercipta. Karena pangsa pasarnya cukup besar dan secara bersama-sama dapat membangun ekosistem jamu dan obat tradisional di Indonesia.  

Melalui komunitas, akademisi dan pengusaha muda Ariel Dwi Puspitawati membagi pengalamannya dalam mengembangkan produk jamu. Dalam pengalamannya komunitas pengusaha yang diikutinya sangat membantu dalam banyak hal. Saling mempromosikan bahkan menggunakan dan menjual produk mitra di komunitas tersebut.

Di era digital sangat terbuka kesempatan untuk berpromosi. Inilah zaman personal media. Setiap orang memiliki medianya sendiri dan bisa menggunakan platform yag disukainya. Promosi manfaat jamu oleh para influencer sangat efektif. Testimoni pelanggan atau user experience adalah iklan terbaik bagi sebagian besar produk.  

Para influencer mulai terdorong mempromosikan jamu di platform digital. Para finalis Putri Indonesia telah meng-endorse produk-produk jamu untuk mendekatkannya dengan milenial. Di tengah serbuan produk dari berbagai negara lain. Jihan Chedide sebagai influencer mengggunakan platform Instagram dalam mengenalkan jamu.   

Selangkah demi selangkah industri jamu semakin dekat dengan industri farmasi. Manfaat dan keamanan jamu semakin banyak dibuktikan melalui riset. Sehingga menjadi obat terstandar dan fitofarmaka.

Semakin banyak bahan alami yang dapat diolah

Banyak bahan alami yang sudah dikenal luas sebagai bahan jamu. Kencur, jahe, kunyit, daun sambiloto, daun kejibeling, dan sebagainya. Cara meramu dan mengolahnya yang harus terus ditingkatkan.

Banyak juga bahan alami yang tak terduga. Seperti bonggol pisang yang selama ini belum banyak dimanfaatkan. Selain jadi makanan ternak, bonggol pisang banyak terbuang. Adalah Hera Wijaya yang mengembangkan beberapa produk berbahan dasar bonggol pisang. Produk-produk ini dapat menemani jamu sebagai minuman sehat.

Melalui platform digital produk berbahan bongsang ini mampu menembus pasar. Bonggol pisang adalah pangkal batang yang berbentuk bulat dan besar. Bonggol pisang dibedakan atas dua macam, yaitu batang asli yang disebut bonggol (corm) dan batang palsu atau batang semu.

Bonggol (corm) terletak dibawah permukaan tanah dan mempunyai beberapa mata (pink eye) yang tersusun dari pelepah daun yang saling menutupi, tumbuh tegak dan kokoh diatas permukaan tanah. Bonggol pisang mengandung karbohidrat (66,2%) dengan kadar air (20 %), mineral dan vitamin. Karbohidrat dalam bonggol pisang terutama berupa serat.

Dari bonggol batang ini, tumbuh perakaran yang berfungsi seperti perakaran individu baru.Di bagian tersebut tumbuh suatu tonjolan dengan titik tumbuh baru. Bila rhizoma dibelah dari atas ke bawah terlihat bagian paling tengah yang disebut central cylinder, sedangkan lapisan luarnya disebut cortex. Bagian di atasnya merupakan tempat tumbuh batang yang terdiri dari pelepah-pelepah.

Disamping bertemu di marketplace seluruh pemangku kepentingan dapat berbagi ‘knowledge’ di dunia maya. Para pengusaha atau produsen dapat belajar tentang jamu dan produk sehat alternatif berbasis bonggol pisang dari berbagai platform. Begitu juga dengan mereka yang bergerak di lini perdagangan, distribusi, hingga konsumen atau end-user.