Cari Buku, Referensi, atau Koleksi Publik? Cobalah 3 Portal ini

Cari Buku, Referensi, atau Koleksi Publik? Cobalah 3 Portal ini


MONDAYREVIEW.COM – Ilmupengetahuan semakin berkembang. Riset, penulisan ilmiah, dan aktivitas pembelajaran semkin terbantu dengan hadirnya teknologi digital. Pemustaka dan periset punya pilihan untuk mempelajari suatu bahan atau topik dengan membaca buku, artikel atau jurnal melalui format tercetak maupun format digital.

Bagi sebagian orang aktivitas yang paling menarik  tetapi kadang membuat frustasi adalah saat mencari bahan atau referensi ilmiah. Ada jutaan judul koleksi. Terkadang ada ribuan judul untuk satu topik. Ratusan jurnal untuk satu topik. Dan kita harus memilah dan memilihnya. Mana yang paling relevan dengan kebutuhan kita. Mana yang sesuai dan bisa menjadi landasan teori dari tulisan kita. Dan seterusnya.

Nah diantara berbagai situs atau portal atau mesin pencari itu ada 3 situs yang akan kita bahas kali ini. Dan ketiganya dikelola oleh lembaga kementerian dan non-kementerian Indonesia.

YANG PERTAMA, pemustaka dan periset bisa melacak dan mencari bahan di situs garuda.ristekdikti.go.id

Portal ini merupakan migrasi dari portal garuda sebelumnya. Portal ini memuat 756. 500 artikel, 1.056 penerbit, 6.754 jurnal ilmiah, 129 konferensi, 38 topik. Dalam pengelolaan kemenristekdikti portal ini terhubung dengan situs atau mesin pengideks SINTA, Simlitabmas, PDDIKTI atau pangkalan dakta dikti, ARJUNA sebagai situs pengakreditasi jurnal. Juga tentu saja dengan SCOPUS dan GOOGLE SCHOLAR.

Pemustaka dan periset bisa melacak judul atau pengarang buku, artikel, atau bahan lain yang pemustaka dan periset perlukan. Banyak diantaranya yang bisa diakses dan bahkan diunduh. Pemustaka dan periset tinggal pilih menu Get Online di bawah judul sumber elektronik yang sesuai dengan kebutuhanmu.  

YANG KEDUA,  bisa juga mencoba mencarinya di onesearch.id

Indonesia OneSearch atau IOS adalah sebuah pintu pencarian tunggal untuk semua koleksi publik dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia. Selain itu, portal ini juga menyediakan akses ke sumber elektronik internasional (e-resources) yang dilanggan oleh Perpusnas RI untuk semua anggota yang terdaftar.

Untuk bergabung dengan IOS, setiap repositori harus menyediakan API berbasis OAI-PMH (Open Archive Initiatives), sebuah protokol pengambilan metadata yang sudah digunakan oleh 75% lebih repositori di dunia.

YANG KETIGA, nah yang juga bisa dicoba adalah e-resources.perpusnas.go.id

Untuk mendapat layanan melalui portal ini pemustaka dan periset harus terdaftar dulu di perpustakaan nasional. Cara atau prosedurnya sangat mudah. Pemustaka dan periset tinggal datang dan mendaftar di gedung perpusnas dengan membawa KTP pemustaka dan periset. Tersedia sejumlah komputer di lantai dua gedung itu untuk proses pendaftaran. Kalau antrean masih ada, maka pemustaka dan periset bisa langsung menunggu tercetaknya kartu dengan nomer anggota perpustakaan. Namun jangan lupa password kita.  

 Nah, dari ulasan ini pemustaka, periset, penulis dan siapapun yang membutuhkan referensi ilmiah bisa mulai mencoba mencari bahan tulisan.