Deputi Bidang Geofisika BMKG: Gempa Donggola Level Tertinggi Tsunami

Deputi Bidang Geofisika BMKG: Gempa Donggola Level Tertinggi Tsunami
foto: illustrasi/net

MONDAYREVIEW - Deputi bidang geofiska BMKG, Muhammad Sadly, menyampaikan perkembangan terkini dari gempabumi yang terjadi di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah, pada jumat (28/09/2018).

"Gempabumi tektonik yang terjadi pada jumat (28/09/2018) pukul 17.02.45 WIB yang berlokasi di 0.20 LS dan 119.89 BT dengan kedalaman 11 km dan kekuatan magnitude 7.4." Ujar Sadly dalam keterangan yang diterima oleh Mondayreview.com di Jakarta pada Jumat, (28/09/2018).

Gempabumi yang berpusat di 26 km Utara Dinggala-Sulteng berpotensi menimbulkan tsunami dengan level tertinggi. Keadaan siaga di Donggala Barat sehingga BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami (PDT).

"Setelah dilakukan pengecekan terhadap hasil observasi tide gauge di Mamuju, tercatat adanya perubahan kenaikan muka air laut setinggi 6 cm pukul 17.13 WIB." Berdasarkan hasil update 
mekanisme sumber gempa yang bertipe mendatar (strike slip) dan hasil observasi ketinggian gelombang tsunami, dan telah lewatnya perkiraan waktu kedatangan tsunami maka Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri pada pukul 17.36.12 WIB.

Dirinya juga mengatakan dari hasil monitoring BMKG hingga Pukul 18.21 WIB, telah terjadi 7 gempabumi susulan yang tercatat

"Guncangan gempabumi ini dirasakan di Toli-Toli, donggala, gorontalo, posi, palu, majene, soroako, kendari, kolaka, konawe utara, bone, sengkang, kaltata, makassar, gowa, dan toraja." Tambahnya 

Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. "Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh," ucapnya

Dengan memperhatikan lokasi, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (Slike-Slip).

Sadly menghimbau agar masyarakat tenang terutama dengan isu yang tidak benar dan tetap waspada dengan gempa susulan yang biasanya keuatannya semakin kecil.

"Tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggungjawab mengenai gempabumi dan tsunami," tegasnya.