Efektifitas Media Daring untuk Pendidikan Jarak Jauh

Efektifitas Media Daring untuk Pendidikan Jarak Jauh
Ilustrasi foto/Net
"Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamanya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.Muhammad Saw.

SAMPAI saat ini upaya Tim Medis siang dan malam yang berada di garda terdepan terus menjalankan pelayanan dan penanganan pada masyarakat dan bangsa ini agar bisa sehat dan hidup normal baru (new normal) seperti sediakala. Dalam situasi ini, kita hanya perlu saling peduli, membantu untuk bertahan hidup, dan mencegah eskalasi penyebaran virus Corona.

Pandemi COVID-19 ini merupakan urusan bersama, kesehatan masyarakat lebih penting. Sampai saat ini berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia per hari, seperti sepekan terakhir bulan Mei 2020 dengan kasus; 22.750 orang (25/2/20), 23.165 orang (26/5/20), 23.851 orang (27/5/20), 24.538 (28/5/20), 25.216 (29/5/20), 25.773 orang (30/5/20), 26.473 orang (31/5/20), dan tiga hari pekan pertama bulan Juni 2020, dengan kasus; 26.940 orang (01/06/20), 27.548 orang (02/06/20), 28.233 orang (03/06/20). Kurva peningkatan kenaikan paparannya sekitar kurang lebih 500 orang per hari.

COVID-19 pencegahannya diperkiraan akan lama bahkan penyebarannya semakin meluas. Virus ini akan bereskalasi bila vaksin belum ditemukan sehingga kita akan memasuki kehidupan “berdamai” dengan COVID-19 sesuai Potokol Kesehatan. Belum ada vaksin untuk virus ini, lima bulan kondisi ini telah berjalan, sebaiknya kita mencegah resiko paparannya. COVID-19 sangat terasa berdampak pada sektor pendidikan. Lalu bagaimana sektor pendidikan mensikapi hal ini? Dengan proses pembelajaran yang normalkah yang biasa dilakukan? Semua komponen  di lembaga pendidikan dasar, menengah, dan tinggi baik itu kepala sekolah, rektor, guru, dosen, siswa, mahasiswa semua mengalami titik ketidakstabilan dan stagnasi proses pembelajaran atau perkuliahan yang tidak berjalan sebagaimana lazimnya.

Covid-19 telah menyebabkan masalah sosial besar. Seperti siswa tidak berinteraksi setiap hari di sekolah, mahasiswa kelas pekerja sebagian menjadi korban PHK. Kondisi saat ini, mereka menjadi stress, tidak fokus dan lain-lain. Untuk kondis COVID-19 berfikir normal (think normally) perlu kita pertimbangkan kembali untuk dilakukan seperti biasanya, yang harus dilakukan adalah kondsi berfikir darurat (emergency thinking) dan berfikir solusi cepat (think quick solution). Dalam dunia pendidikan pada kondisi emergency thinking dan think quick solution sangatlah diperlukan dan diberlakukan. Hal ini tiada lain untuk tetap berjalannya proses pembelajaran alternatif atau pengganti dari kebiasaan normal.

Berpikir darurat dan solusi cepat penerapannya dapat dilakukan dalam bentuk Work From Home (bekerja dari rumah), telah tepat dilakukan dalam kondisi COVID-19. Pembelajaran daring mutlak di tengah pandemi agar siswa tidak ketinggalam materi dari guru, sehingga dibutuhkan peran pendampingan orangtua.  Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Satuan Pendidikan. Terkait belajar dari rumah, Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh, dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus corona dan wabah Covid-19.

Para guru telah menggunakan media daring yang paling mudah dan sederhana untuk menuntaskan pembelajaran di rumah dalam kondisi emergency thinking dan think quick solution yaitu menggunakan whatsapp, e-mail, twitter, instagram, namun harus diperkaya dengan aplikasi lain seperti zoom, google hangout meeting, skype, facetime, slack, cisco webex, dan lain-lain. Aplikasi tersebut merupakan media alternatif kekinian yang efektif dan aplikatif dalam proses pembelajaran daring/online di rumah.

Saat ini media daring sedang digandrungi dan disebarluaskan oleh guru karena memiliki keunikan yang paling memiliki dampak pada keluaran (output) pola pembelajaran daring. Di WFH setiap siswa dilatih untuk bisa mandiri. Mandiri yang dimaksud bukan hanya pendidikan akan life skills, tetapi juga pendidikan untuk disiplin, mampu menempatkan diri, bertoleransi, gotong royong, serta mengutamakan kejujuran dalam koridor orangtua diberikan peran lebih untuk mendampinginya.

Bagi masyarakat kritis proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi tersebut  menjadi suatu kebutuhan harus dilatih, ditanamkan dan menjadi new habit. Jika ini berkelanjutan maka pendidikan karakter-skill-menganlisa permasalahan--mencari pemecahan dapat dengan sendirinya anak menjadi terasah kecerdasanya--daya nalarnya. Orangtua bila berperan optimal dalam WFH dengan kata lain telah menjalankan pendekatan dialogis (dialogical approach), pendekatan arif bijaksana (hati dan rasa), uswah, mengawasi, apalagi dengan menggunakan pola pembelajaran guru dan media, dan  pola pembelajaran bermedia.

Peran orangtua amat penting menjadikan rumah bagi anak-anaknya sebagai sekolah untuk men-tarbiyah dalam menimbah ilmu. Anak-anak kita setiap hari selalu bersentuhan dengan dawai/gadget yang selama ini hanya dipergunakan untuk bermain games. Orangtua juga semestinya berperan aktif dalam pola pembelajaran dan familiar dengan media alternatif kekinian yang efektif dan aplikatif dalam proses pembelajaran daring di rumah.

Saat ini, orangtua harus mampu menyesuaikan diri pada pola pembelajaran yang telah berubah. Orangtua menjadi pengajar inti dan guru di sekolah adalah pengarah, Rumah dan keluarga merupakan pendidikan informal sebagai fakultas pengetahuan (faculty konwledge) sudah semestinya menjadi training and education institution (lembaga pelatihan dan pendidikan) tidak hanya dalam kondis seperti sekarang ini, namun harus berkelanjutan dan dipertahankan,  yang lebih penting dalam kondisi berfikir normal rumah dan keluarga prioritas yang utama.

Sekali lagi, belajar dari pandemi COVID-19 dengan menggunakan dawai/gadget dan beberapa layanan daring itu, atau lainnya sangat membantu terhadap pentingnya pembangunan karakter individu anak dalam rangka menciptakan lingkungan kolektif yang seimbang dan ideal. Keterpaduan guru dan orang tua dalam mensikapi perubahan dari pola lama ke pola baru nantinya akan terbiasa, dari ruang berskat menjadi ruang tanpa batas. Menjadi kebiasaan baru (new habit) dengan ruang belajar sesuai zamannya, sebagaimana yang telah ditegaskan Rasulullah Saw, "Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamanya."

Pada kondisi ini dan kemajuan zaman now dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai, pola yang dapat kita kembangkan yaitu, pola pembelajaran guru dan media, dan  pola pembelajaran bermedia. Barangkali ruang belajar zaman now yang dapat dibangun dan diimplementasikan berupa belajar sinkron (synchronous learning) yang terdiri dari Tatap Muka (live synchronous learning) menggunakan metode ceramah, diskusi, demontrasi, praktik lab dll; Tatap Maya (virtual synchronous learning) menggunakan metode konferensi, audio, video, web; Personal Mandiri (self directed synchronous learning) menggunakan metode video, simulasi, slide presentasi, e-book dll; dan  Kolaboratif (collaborative synchronous learning) menggunakan metode chat forum, forum diskusi, collab project. Jadi, sekolah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mempersiapkan siswanya untuk bisa menjadi individu yang memberi kontribusi kolektif yang positif dengan cara membentuk karakter mereka masing-masing. Dengan pandemi COVID-19 kita dipacu melahirkan percepatan proses pembelajaran yang dapat memberikan tuntutan dan tuntunan zaman serta ketauladanan.

Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi dalam kondisi pandemi COVID-19 tidak menjalankan aktifitas perkuliahan sesuai dengan himbauan Pemerintah, kendati dapat ditempuh dengan menerapkan Protokol Kesehatan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kampus menutup sementara sampai kondisi normal kembali. Rektor IBM Bekasi, Dr. H. Jaenuddin, S.Ag. M.Pd. menegaskan kita patuhi aturan yang telah dihimbaukan oleh Pemerintah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tiada lain ini untuk kesehatan dan keselamatan jiwa individu, keluarga dan lingkungan. Aktifitas Perkuliahan tetap dapat berjalan, IBM Bekasi semisal dalam pelaksanaan Ujian (UTS/UAS) dengan menggunakan aplikasi daring (tatap maya) sehingga pendidikan jarak jauh berjalan dengan efektif.”

Di lain pihak, begitu pula dengan Quruta Management melakukan pembinaan, pelatihan dan pembimbingan dalam bentuk seminar, dan lokakarya/workshop pada guru, pengawas dan siswa tetap bekerja dan belajar dari rumah. “Gerakan Literasi Sekolah sementara ini objeknya lebih banyak pada siswa/siswi, untuk itu kegiatan via daring/tatap maya sangat efektif dilakukan, guru, pengawas, dan siswa pun dapat mengasah kompetensi dan skills menulis produktif publikasi ilmiah dan karya inovatif, output hasil tulisannya akan diterbitkan ISBN dan dicetak menjadi buku.”. ungkap Ambar Sulistyowati, S.Pd.I. (Tim Motivator QM) pada gelaran kegiatan Seminar dan Lokakarya Nasional Literasi Karya Inovatif via Daring yang dimotori oleh Rumah Bimbel Literasi QURUTA Kota Padang, Korwil QM Sumatera I (19-20/5/2020).

Baik IBM Bekasi yang dipimpin oleh Dr. H. Jaenudin, S.Ag., M.Pd. dan Quruta Management yang dipimpin oleh Yoni Haris Setiawan, memanfaatkan teknologi ini sesuai dengan zaman di era industri 0.4 karena efektifitas media daring untuk pendidikan jarak jauh sangat solutif dalam upaya mencegah eskalasi penyebaran COVID-19, sehingga bekerja dan belajar secara  produktif dan meningkatnya kinerja di rumah akan lebih baik, terjaga dan sehat.

Quruta Management, insyaallah dengan Tagline “Jelajah Nusantara; Bumikan dan Tebarkan Literasi” saat ini baru membentuk dua Koordinator Wilayah QM, yaitu Korwil QM Sumatera I dengan cakupan wilayah kerja meliputi provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jambi, Riau, dan Bangka Belitung yang dipimpin oleh Santi Ramadhani, M.A. dan Korwil QM Jawa Barat I dengan cakupan wilayah kerjanya meliputi, Kab. Bandung, Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Sumedang, Kab. Pangandaran, dan Ciamis yang dipimpin Rina Rosmiati, S.Pd.I. “Kami akan terus berjuang, berikhtiar, melakukan pengembangan dan pemberdayaan di seluruh provinsi Indonesia, semoga ini dapat didukung oleh stakholder dalam Gerakan Literasi Nasional/Sekolah, karena hal ini sangat penting dalam mencerdaskan generasi bangsa yang literat.” Ungkap Yoni Haris Setiawan. Dan juga kita gagas, dirikan dan telah dibuka Rumah BIMBEL Literasi Indonesia QURUTA di Kab. Gunungkidul dan Kota Padang.

Dengan pemberlakuan Protokol Kesehatan baik itu Lockdown, Social Distancing, Pshycal Distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Penegakkan Dilarang Mudik justeru banyak orang tua yang menikmatinya karena sepanjang hari bersama putra/putri bercengkrama penuh dengan sukacita, terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat, serta mendamping belajar dan istirahat yang teratur. Aturan tersebut bukan semata-mata mengekang hak seseorang untuk melakukan kehendaknya namun belajar dari sejarah para Nabi dan Rasul Allah yang terus didera derita dengan wabah dan penyakit kusta seperti pada Nabi Ayyub As.

Pada zaman Nabi Muhammad Saw, wabah yang cukup dikenal adalah pes dan lepra. Nabi pun melarang umatnya untuk memasuki daerah yang terkena wabah, apakah itu pes, lepra, maupun penyakit menular lain. Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim). Walau dalam kondisi seperti itu penyakit mewabah, semua adalah ujian dari Allah Swt., dalam kondisi apapun semua unsur tidak untuk berhenti menuntut ilmu (belajar) karena dari setiap peristiwa bencana, musibah, malapetaka dan apapun yang ditimpahkan kepada kita adalah kehendak-NYA. Ada i’tibar (makna pelajaran) yang mesti dipetik dan direnungkan untuk dipelajari. Kita tetap harus menuntut ilmu (belajar) sesuai dengan keadaan (zamannya).

Bersama kita cegah, keselamatan adalah prioritas utama. Eskalasi di tengah pandemi COVID-19 bila ada interaksi akan tinggi penularnnya. Kita bisa belajar dari pandemi COVID-19 ini, yaitu menjadi new habit yang mengkibatkan inovasi dan kreasi pendidikan, lebih memanfaatkan teknologi, anak-anak bisa banyak berdiskusi dengan orangtua, mahasiswa dapat menyelesaikan materi perkuliahan, para ekskutif berbondng-bondong ingin belajar lagi. Sebagaimna yang diamanatkan oleh sahabat Rasulullah Saw, Ali Bin Abi Thalib: “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”.

Kampus IBM Bekasi dan Lembaga Quruta Management mendorong dan terus menjalankan pembelajaran dengan dinamis dan efektif melalui media daring untuk pendidikan jarak jauh selama COVID-19 belum berakhir.

Wallahu a'lam bish-shawabi.