Ekonomi Tiongkok : Perbankan, Industri Ponsel, dan Jalur Kereta Api ke Eropa

Ekonomi Tiongkok : Perbankan, Industri Ponsel, dan Jalur Kereta Api ke Eropa

MONDAYREVIEW.COM – Perekonomian Tiongkok sangat besar dan berpengaruh pada perekonomian dunia. Seiring dengan upaya mengatasi pandemi global Covid-19 Tiongkok terus berupaya menghidupkan roda ekonominya. Baik di sektor finansial maupun sektor riil.  Ukuran ekonomi negara ini telah mencapai US$13,6 triliun. Tiongkok berkontribusi pada 17% PDB dunia.

Tiongkok merupakan eksportir intermediate goods terbesar di dunia. Ekonomi Tiongkok saat ini sudah berada dalam tren moderasi dan ekonomi Tiongkok sudah lebih terintegrasi dengan global. Kondisi perbankan, industri manufaktur, perdagangan, dan transportasi barang atau rantai pasok barang menjadi kunci dalam melihat pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu ini.

Total aset di sektor perbankan Tiongkok terus berkembang di paruh pertama tahun ini sementara rasio non-kinerja industri melihat sedikit peningkatan karena ekonomi menghadapi tantangan. Peningkatan aset perbankan ini salah satunya karena pencairan kredit yang menurun.  

Pada akhir Juni, total aset industri perbankan Tiongkok mencapai 301,5 triliun yuan (sekitar 43,1 triliun dolar AS), naik 9,8 persen dari tahun sebelumnya, menurut Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi Tiongkok. Demikian dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua.

Data menunjukkan kredit macet pemberi pinjaman mencapai 3,6 triliun yuan, dengan rasio kredit macet 2,1 persen, naik 0,08 poin persentase dari rasio yang terlihat pada awal tahun. Upaya restrukturisasi utang tentu diperlukan agar perekonomian nasional Tiongkok dapat bernafas kembali. Seiring dengan upaya untuk memproduksi dan menjual barang untuk memenuhi kebutuhan nasional dan ekspor.

Rasio kredit macet diperkirakan akan terus meningkat karena dampak dari hambatan ekonomi belum masuk ke sektor ini. Hal inilah yang patut diwaspadai.

Data juga menunjukkan bahwa total aset industri asuransi mencapai 21,7 triliun yuan pada akhir Juni, naik 5,7 persen dari awal tahun. Hal ini juga terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Risiko makin diperhitungkan. Pendapatan premium dari sektor asuransi naik 6,4 persen YoY menjadi 2,7 triliun yuan pada semester pertama tahun ini.

Sementara itu pengiriman ponsel Tiongkok tercatat sejumlah 28,63 juta unit pada Juni, turun 16,6 persen YoY, Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok (CAICT) menunjukkan data tersebut. Industri berbasis teknologi ini sangat berpengaruh dalam menghidupkan kembali sektor manufaktur. Peluangnya terbuka mengingat kebutuhan digitalisasi menguat selama pandemi.

Sebelumnya pada paruh pertama tahun ini, pengiriman turun 17,7 persen YoY menjadi 153 juta unit, kata CAICT, sebuah lembaga penelitian di bawah Kementerian Industri dan Teknologi Informasi.

Pada periode yang sama, total 216 model baru diperkenalkan di pasar, 105 di antaranya adalah model 5G. Merek-merek domestik terus mendominasi pengiriman telepon seluler bulan lalu. Pabrikan Tiongkok membuat 27,28 juta unit atau 95,3 persen dari total unit.

Jalur Kereta Api Xinjiang

Pengiriman barang dari Tiongkok ke Eropa merupakan urat nadi penting begi ekonomi negera tersebut. Secara tradisional inilah jalur Sutra yang telah ribuan tahun menjadi jembatan bagi Asia dengan tetangga Eropanya. Otoritas pabean di Alataw Pass, stasiun kereta api utama di wilayah Otonomi Xinjiang Uygur, Tiongkok barat laut, menangani total 2.128 kereta api barang Tiongkok-Eropa selama paruh pertama tahun ini.

Selama periode Januari-Juni, stasiun tersebut menangani lebih dari setengah total kereta barang Tiongkok-Eropa.

Total volume pengiriman kereta barang inbound dan outbound melalui pass adalah lebih dari 1,46 juta ton, naik 76,85 persen tahun-ke-tahun, di mana kereta keluar berkontribusi lebih dari 700.000 ton, sementara kereta api inbound menyumbang lebih dari 760.000 ton.

Dengan ekspansi berkelanjutan dari layanan pengiriman kereta api Tiongkok-Eropa, kereta kini mengangkut berbagai jenis barang, termasuk lebih dari 200 kategori barang, dari produk elektronik dan mekanik ke kebutuhan sehari-hari dan makanan, menurut otoritas pabean setempat.

Pandemi mengubah situasi. Berbagai kemudahan harus diberikan untuk memacu pergerakan barang. Pihak berwenang setempat mengatakan telah menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi, seperti mengoptimalkan dan menyederhanakan proses bea cukai.

Dengan melihat perkembangan perekonomian Tiongkok kita dapat berkaca dan menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Sektor finansial, produksi, dan distribusi harus dutangani dengan serius. Tanpa menafikan bahwa penanganan pandemi menjadi prioritas utama.