Fakta tentang Usaha Sosial Yang Kita harus Tahu

Fakta tentang Usaha Sosial Yang Kita harus Tahu
c) usahasoaial.id

MONDAYREVIEW.COM - Business is business. Bisnis ya bisnis jangan dicampur-adukkan dengan kepentingan lain. Bahkan kepentingan bisnis sering dianggap tidak bertemu dengan kerja-kerja dan minat sosial. Tapi itu dulu. Paradigma baru lahir dalam bentuk kewirausahawan sosial. Kesadaran untuk mengatasi masalah secara bersama mendasari sebuah usaha sosial.

Kemiskinan misalnya dapat dipandang sebagai masalah ekonomi sekaligus masalah sosial. Pendekatan dalam menyelesaikannya beragam. Jangka pendeknya mungkin dengan memberi donasi atau bantuan langsung tunai. Jangka panjangnya dengan memberi kesempatan dan bantuan usaha atau lapangan pekerjaan.  

Dari upaya mengelola sampah misalnya dapat dikembangkan usaha yang menambah penghasilan rumah tangga. Demikian juga dalam upaya pengelolaan air, energi, dan sebagainya. Dari hasrat untuk memenuhi kebutuhan orang kita dapat mengembangkan sebuah usaha. Maka batas antara keinginan berbuat bagi masyarakat dan mengembangkan usaha semakin tipis dalam konteks kewirausahaan sosial ini.

Kewirausahaan sosial adalah tentang bagaimana menerapkan pendekatan yang praktis, inovatif, dan berkelanjutan untuk memberikan dampak positif pada masyarakat, khususnya masyarakat kelas ekonomi bawah dan yang terpinggirkan. Kewirausahaan sosial biasanya bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi atau sosial.

Seorang wirausahawan sosial adalah orang yang mencari sesuatu yang dapat diterapkan atau aplikasi baru yang memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah berbasis masyarakat. Terobosan berisiko diambilnya. Inisiatif yang dibuatnya diarahkan untuk membuat perubahan positip dalam masyarakat. Wirausahawan sosial umumnya membuat usaha sosial untuk mencapai tujuan berikut:

#1. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan atau memberikan kesempatan dalam mempelajari keterampilan tertentu bagi masyarakat. Misal, menyediakan lapangan kerja untuk penyandang disabilitas atau memberikan pelatihan keterampilan untuk masyarakat yang sedangmenganggur dan kesulitan mencari pekerjaan.

#2. Untuk memberikan solusi yang dibutuhkan masyarakat namun belum tersedia, seperti pelayanan kesehatan, kegiatan kesenian, atau kegiatan kepemudaan di daerah terpencil. lembaga keuangan mikro, program pendidikan, menyediakan layanan perbankan di daerah-daerah yang kurang terlayani dan membantu anak-anak yatim piatu karena penyakit epidemi.

#3. Menghasilkan pendapatan yang akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan dampak positif dari usaha sosial yang dijalankan. Skema atau program yang dikembangkan berjalan berkelanjutan.

Jika bentuknya program sosial maka dana dan sumber daya lain bergantung dari donasi dan sejenisnya. Dalam skema kewirausahaan sosial dapat dikembangkan pola pembiayaan yang mendorong partisipasi banyak fihak sekaligus kemandirian penyelenggara atau pengelola program.

Tak jarang orang mencibir bahwa upaya kita hanyalah bisnis berkedok sosial. Tentu saja hal ini yang harus dijelaskan dan dibuktikan pada publik. Para pegiat sosial perlu memikirkan peluang atau pilihan ini. Sehingga kegiatan sosialnya dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dana dan sumberdaya yang menjadi modal pengelolaan program dapat terus bergulir bahkan membesar dan menjangkau lebih banyak pemanfaat.