Genjot UMKM di Marketplace

 Genjot UMKM di Marketplace
ilustrasi/ net

MONDAYREVIEW.COM – Maraknya pasar digital semakin terasa kala pandemi datang. Banyak kegiatan ekonomi harus berpindah ke platform daring. Kehadiran teknologi digital akan menjadi berkah bila pelaku usaha dapat mengambil peran. Mengapa sebagian besar pelaku usaha UMKM belum pasar ke pasar digital? Diperlukan riset terus menerus untuk mencari sebabnya. Juga edukasi dan berbagai kebijakan yang bersifat afirmatif bagi mereka yang mengalami kendala untuk masuk ke pasar digital.  

Pasar digital adalah pasar yang luas. Banyak produk yang selama ini hanya menjangkau pasar di suatu kecamatan atau kabupaten dapat dikenal luas secara nasional bahkan global. Kemampuan platform digital untuk menampung dan menyajikan data jutaan produk dan penjual menjadi salah satu kekuatan pasar.

Kompetisi UMKM dengan industri besar mengikuti hukum pasar. Kompetisi yang memaksa semua produsen atau penjual untuk menghasilkan dan menawarkan produk terbaiknya. Kualitas terbaik dengan harga terbaik. Pemerintah tidak dapat terlalu jauh masuk mengintervensi untuk melakukan afirmasi terhadap UMKM.

Pemerintah semestinya lebih berperan dalam mengatur agar konsumen dan produsen sama-sama tidak dirugikan. Agar pasar digital berjalan secara adil. Aturan agar penjual dan pembeli dapat bertansaksi dengan aman.

Ada produk-produk yang khas, unik, memiliki differential value yang tinggi yang dapat bersaing atau tak tergantikan oleh industry besar. Misalnya berbagai produk kerajinan atau jajanan atau makanan khas suatu daerah. Dengan menggarap ceruk tertentu UMKM dapat maju dan berkembang.

Para pebisnis UMKM harus memiliki cukup informasi untuk memilih marketplace yang paling sesuai dan menguntungkan bagi bisnis UMKM. Tentu saja tulisan ini tidak akan memberi referensi spesifik. Namun secara umum pelaku usaha perlu terus belajar tentang seluk beluk digital. Dari sisi istilah saja banyak sekali yang baru. Dengan pengetahuan yang memadai tentang UMKM akan banyak keuntungan bagi pelaku usaha dalam pengembanagn strategi bisnisnya.   

Sementara itu para pebisnis UMKM telah mulai mengenali bagaimana cara memperkenalkan produknya. Juga cara mengemas dan mempromosikannya. Banyak produk dengan pasar yang sangat ‘tipis’ namun menyebar dalam cakupan yang luas. Cara promosinya tentu berbeda antara produk dengan karakter  berbeda.  

Para pelaku usaha kecil juga semakin dimudahkan dalam transaksi. Sebagian sudah memiliki rekening bank. Sebagian lain yang belum dapat terbantu oleh akun uang atau dompet elektronik. Berbagai platform pembayaran ini akan sanagt membantu kecepatan, keamanan, dan kenyamanan dalam bertransaksi. Para pelaku UMKM dapat memilih jenis pembayaran dan dompet digital yang mampu mendongkrak pertumbuhan bisnisnya.

Pada prinsipnya pasar daring sangat menantang bagi para pelaku UMKM. Siapapun dapat masuk ke dalamnya. Dengan produk yang berkualitas, kemasan yang bagus, branding yang menarik, dan inovasi tiada henti akan membawa usaha kecil berkembang bahkan bisa naik kelas.