Giring Ganesha dan Ijtihad Politik PSI

Giring Ganesha dan Ijtihad Politik PSI
Sumber gambar: antaranews.com

MONDAYREVIEW.COM – Artis masuk ke dunia politik sudah sangat biasa. Tidak ada yang aneh dengan hal ini. Banyak artis yang sukses menjadi anggota legislative maupun kepala daerah. Ambil contoh Desi Ratnasari yang langganan menjadi anggota legislative dari PAN mewakili Sukabumi. Kita kenal juga Pasha Ungu yang sukses menjadi wakil walikota Palu Sulawesi Tengah. Ada juga Zumi Zola yang menjadi Gubernur Jambi walaupun terkena kasus korupsi. Ada Mulan Jamilah yang menjadi anggota legislative dari Gerindra.

Namun ada yang berbeda kali ini, artis diusung untuk menjadi calon presiden. Hal ini adalah sesuatu yang baru dalam perpolitikan Indonesia. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, calon yang diusungnya merupakan mantan vokalis band, yakni Giring Ganesha dari Partai Solidaritas Indonesia. PSI sebagai partai tempat Giring bernaung mengusungnya sebagai Capres pada 2024 nanti. Padahal Giring sebelumnya tidak berhasil memenangkan Pileg pada tahun 2019 kemarin.

Sebelum mengumumkan akan mencalonkan Giring, PSI telah terlebih dahulu mengangkat Giring menjadi Pelaksana Tugas Plt. Ketum PSI. Hal ini karena dikabarkan Grace Natalie akan melanjutkan studi di Singapura. Untuk mengisi kekosongan posisi Ketum yang ditinggal Grace, Giring diangkat menjadi ketum. Keputusan PSI mencalonkan Giring sontak menimbulkan kegaduhan di media sosial. Linimasa twitter diramaikan dengan pro kontra terkait hal tersebut. Terlihat lebih banyak nada kontra dan menyayangkan dibanding yang mendukung.

Ernest Prakasa, seorang komika dan sutradara mengaku hilang simpati terhadap partai politik yang mengusung Giring menjadi Capres yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya pencalonan tokoh terkenal membuatnya tak lagi melihat adanya niat perubahan iklim perpolitikan yang sehat dari partai tersebut. Selama ini dia secara terbuka menyatakan simpati terhadap perjuangan rekan-rekan di PSI, mengamini niat mereka untuk memperbaiki iklim perpolitikan Indonesia. Pencalonan Giring sebagai capres, apapun motifnya, telah mengakhiri simpati itu.

Tak sampai di situ, sutradara film Cek Toko Sebelah tersebut juga menganggap bahwa pencalonan Giring merupakan gimmick yang kebablasan. Hal tersebut karena PSI memajukan figur untuk menjadi capres hanya bermodalkan popularitas, bukan pengalaman politik yang jelas.

Giring sendiri sudah mengkampanyekan dirinya sendiri dalam video-video yang diunggah dalam media sosialnya. Giring mengaku sudah siap sejuta persen untuk dicalonkan sebagai Capres. Sayangnya saat ditanya wartawan tentang isu politik terkini seperti omnibus law dan RUU PKS, Giring memilih tidak menjawab.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengomentari niat Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha maju sebagai calon presiden 2024. Mengutip Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Hasto bilang bahwa seorang calon presiden harus mengenal Indonesia. Hasto mengatakan, calon presiden harus mengenal Indonesia dari sisi budaya, politik, dan memahami rakyat. Lebih lanjut, dia mengatakan, pemimpin lahir melalui sebuah proses dan penggemblengan. Juga dilihat dari sikap bagaimana seorang pemimpin merespon tanggung jawab bagi bangsa dan negara. Kendati demikian, Hasto menghormati niat Giring maju sebagai calon presiden sebagai hak konstitusional.