Haedar Nashir : Perlu Pemenuhan Hak Dasar Kesehatan bagi Korban Bencana

Haedar Nashir : Perlu Pemenuhan Hak Dasar Kesehatan bagi Korban Bencana
(c) muhammadiyah.or.id

MONDAYREVIEW.COM – Muhammadiyah terus bergerak untuk melayani baik dalam situasi normal maupun bencana. Di bidang kesehatan, Rumah Sakit dan layanan kesehatan Muhammadiyah terlah menjangkau banyak titik di seantero negeri. Di kala bencana potensi sumber daya dan organisasi yang dimiliki digerakkan untuk melayani para korban.

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Lembaga Penanggulangan Bencana/ Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LazisMu) bersinergi di garda depan dalam tugas kemanusiaan mengatasi dampak bencana. Pun amal usaha dan lembaga lainnya di bawah Muhammadiyah ikut bahu-membahu dalam hal ini. Bila tak ada RS di dekat lokasi bencana, kampus atau gedung sekolah Muhammadiyah seringkali digunakan sebagai posko untuk mendorong logistik dan pusat koordinasi dalam tugas kemanusiaan ini.

Hal tersebut di atas salah satunya diteguhkan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas kesehatan di Kota Palu. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap Rumah Sakit Siti Fadilah Supari yang dibangun di Kota Palu, Sulawesi Tengah oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan unggul di provinsi itu.

"Bantuan berbagai amal usaha sudah menjadi komitmen Muhammadiyah ikut terlibat menyejahterakan, mencerdaskan, dan memajukan masyarakat," katanya saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Siti Fadilah Supari di Palu, Ahad (1/9).

Membangun dan menyelenggarakan layanan kesehatan harus dilakukan dengan profesional. Melalui amal usaha yang didorong PKU PP Muhammadiyah, katanya, pemanfaatan rumah sakit itu ke depan dikelola secara profesional, sedangkan proses administarsi perizinan harus segera dituntaskan guna memudahkan penyelenggaraan pembangunannya.

Kemampuan bersinergi dan membangun jejaring menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah. Pembangunan rumah sakit itu bekerja sama dengan sejumlah lembaga internalnya, antara lain Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Universitas Muhammadiyah Palu, MPKU termasuk Lazismu dan mitra asing Direct Relief.

Kesehatan menjadi kebutuhan dasar manusia. Termasuk bagi mereka yang tengah didera musibah bencana Menurut Haedar, dalam situasi bencana saat ini bukan hanya pemulihan sarana dan prasarana infrastruktur dilakukan, tetapi juga pemenuhan hak dasar masyarakat, salah satunya sektor kesehatan. Oleh karena itu, katanya, perlu didirikan satu pusat kesehatan yang didukung dengan dokter serta tenaga medis berkompetensi agar pelayanan kesehatan cepat dan tepat.

"Kami ingin pascabencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala lembaga atau organisasi di bawah naungan Muhammadiyah harus menjadi kekuatan penggerak masyarakat untuk bangkit," katanya.

Selain pembangunan rumah sakit PKU Muhammadiyah, pihaknya juga membangun sejumlah sarana dan prasarana untuk kepentingan kesejahteraan umat.