Head to Head SMI vs Agus Marto, Mana Lebih Berpeluang Jadi Menko?

Head to Head SMI vs Agus Marto, Mana Lebih Berpeluang Jadi Menko?
agus marto dan sri mulyani (c) bisnis.com

MONDAYREVIEW.COM – Bidang perekonomian merupakan bidang paling strategis di DPR. Politik bisa runyam tak terkendali kalau inflasi membumbung tinggi. Pergolakan bisa terjadi jika Kabinet tak adalah menjamin perut rakyat kenyang. Faktor eksternal dan internal harus siap diantisipasi. Presiden Joko Widodo sendiri meramalkan akan datangnya resesi ekonomi dalam 1-1,5 tahun ke depan sebagaimana dilansir (16/09/2019). Dalam masa seperti inilah Menko tangguh dibutuhkan.

Pertumbuhan ekonomi 2020 diramalkan masih akan ada pada kisaran 5,3% menurut Badan Pusat Statistik (BPS) . Angka yang berat untuk mengimbangi laju pertumbuhan angkatan kerja. Angka pertumbuhan saja tidak cukup. Kabinet harus mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan. Apakah sektor riil tumbuh. Seimbangkah sisi produksi dan konsumsi. Dan sederet parameter lainnya.  Maka tugas dan peran Menko perekonomian tak main-main.

Pada posisi Menteri Koordinator bidang Perekonomian terletak fungsi koordinasi. Bagai konduktor orkestrasi yang harus menimbang irama dan tempo kebijakan agar ekonomi tetap tumbuh, inflasi terkendali, daya beli meningkat, dan neraca pembayaran aman. Perang Dagang diperkirakan akan berlangsung lama. Maka resesi ekonomi sangat mungkin terjadi.

Disparitas atau ketimpangan ekonomi juga masih menghantui Kabinet baru kelak. Secara nasional memang rasio gini Indonesia turun, tetapi ada sebuah anomali yang terjadi. Sejak September 2016, rasio gini di perdesaan terus merangkak naik hingga menyentuh angka 0,324 pada Maret 2018 atau naik 0,004 dibandingkan Maret 2017 yang hanya sebesar 0,320. Ini dapat dimaknai bahwa ketimpangan di pedesaan semakin lebar.

Untuk menghadapi itu semua dibutuhkan koordinator yang cakap dan berpengalaman. Tak dinafikan respon pasar juga harus diperhitungkan. Diantara calon Menko yang beredar di bursa terdapat setidaknya dua nama terkuat. Sri Mulyani Indrawati dan Agus Martowardoyo. Dua nama yang tak asing. Dua nama yang diakui memiliki peran dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Ada sejumlah parameter yang dapat digunakan dalam menilai integritas, kapasitas, dan kapabilitas kedua kandidat. Berikut rangkuman yang dirumuskan Mondayreview.com :

#1. Kemampuan koordinatif dan kolaboratif Menko menjadi ukuran penting. Jika melihat pada ukuran ini keduanya sama-sama handal. Terbukti sinergi pada lembaga yang pernah mereka pimpin sangat kuat. Terkesan ‘dingin’ dalam menghadapi perbedaan dan rasional dalam menyelesaikan masalah.

#2. Kehandalan dalam strategi mengelola ekonomi makro. SMI punya pengalaman segudang sebagai akademisi, ekonom, bankir dan anggota kabinet. Jangankan melihat ekonomi Indonesia, ekonomi global pun difahami dan dikelolanya. Namun Agus Marto juga tak boleh dipandang sebelah mata. Pengalamannya sebagai bankir dan Menteri Keuangan membuktikan bahwa Agus sangat faham dalam membaca dan menerapkan strategi terkait ekonomi makro.

#3. Diterima pasar dan komunitas internasional. Pengalaman SMI sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia memang luar biasa. Poin unggul baginya bahwa ia dikenal dan diterima dalam komunitas internasional. Kalau kawan dan lawan di mancanegara percaya apalagi yang di dalam negeri. Agus Marto juga dikenal di dunia internasional. Kiprahnya sebagai Gubernur Bank Indonesia tentu menjadi jaminan kepercayaan pasar.   

#4. Loyal kepada negara. Loyal kepada Presiden. Dalam hal integritas keduanya layak disandingkan. Dengan jabatan, materi, prestasi yang pernah diraihnya memungkinkan keduanya untuk meninggalkan warisan atau legacy terbaik bagi bangsa. Keduanya memiliki rasa kebangsaan yang tinggi jauh melampaui loyalitasnya pada kekuasaan. Namun loyalitas pada Presiden yang mendapat mandat rakyat tetap mereka pegang dalam menuntaskan kerja konstitusional membantu Presiden.  

#5. Berani melakukan terobosan. Agus Marto saat ini menjadi Komisaris Tokopedia. Marketplace yang menjadi salah satu unicorn kebanggaan Indonesia ini mempercayakan Agus di posisi yang memberi kesan bahwa ia suka dan menghargai terobosan.  

Pada keduanya publik berharap perekonomian Indonesia dapat tumbuh dan berkembang. Stabilitas harga dan turunnya kesenjangan ekonomi juga menjadi tugas yang tidak ringan. Keputusan ada di tangan Presiden Terpilih Joko Widodo.