Hillary Lasut Anggota DPR Yang Muda, Pintar, dan Kaya

Hillary Lasut Anggota DPR Yang Muda, Pintar, dan Kaya
hillary lasut (c)kompas.com

MONITORDAY.COM - Anggota DPR berusia belia tentu menarik perhatian publik. Tapi muda, pintar dan kaya? Mana ada! Ternyata ada.

Dialah Hillary Brigitta Lasut. Umurnya 23 tahun. Anggota parlemen dari Partai Nasdem ini memiliki harta kekayaan sekira Rp 9 M. Total ia memiliki harta sekira Rp 20 M dan utang sekira Rp 11 M. Dengan komposisi demikian menunjukkan profil keuangannya sehat. Hal yang diharapkan menjaganya dari perilaku koruptif. Menjaga independensinya sekaligus mendorongnya menjadi tokoh muda yang berintegritas.  

Anggota DPR cantik ini meraup 70.345 suara dalam Pemilihan legislatif silam. Perolehan suara yang membuatnya melangkah pasti ke Senayan. Jalan politik akan menjadikannya jalan pengabdian. Tentu saja perjalanan waktu yang akan menjadi saksi. Godaan dan atmosfer di sekitar lingkungan politiknya yang akan menguji sejauh mana Hillary mampu tegak menyuarakan aspirasi rakyat.    

Hillary memang lahir dari dinasti politik di Sulawesi Utara. Ayahnya Bupati Talaud dan ibunya mantan Bupati Minahasa Utara. Namun tak semua dinasti politik hanya mengandalkan popularitas keluarga besar. Bila disokong dengan visi dan kompetensi tentu akan menjadi catatan sejarah yang gemilang.

Pengalaman berorganisasinya sudah dimulai sejak menjadi Ketua OSIS di SMA. Hal yang akan membuatnya tak canggung dalam menyerap aspirasi rakyat. Juga dalam mengartikulasikannya di panggung politik yang tak hanya membutuhkan popularitas namun juga integritas dan kompetensi. Pada sosok perempuan muda ini citra DPR RI diharapkan berubah lebih positip.

Pintar tentu saja penting bagi anggota parlemen. Hillary menyelesaikan S1 Hukum di Universitas Pelita Harapan dan S2 di Washington University. Ilmu hukum tentu sangat tepat bagi mereka yang duduk di lembaga pembuat Undang-undang. Apalagi pendidikan pasca sarjananya yang bertaraf internasional tentu sangat penting dalam mendorong kualitas produk hukum yang diundangkan.

Publik menunggu kiprah perempuan muda ini. Akankah citra DPR berubah di tangan kaum milenial? Kita tunggu saja!