IMM: Kampus Harus Tegas, Tak Biarkan Jadi Tempat Kampanye Politik

IMM: Kampus Harus Tegas, Tak Biarkan Jadi Tempat Kampanye Politik
Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo/istimewa

MONDAYREVIEW - Jelang berlangsungnya pemilihan Umum Legislatif dan Presiden tahun depan, kampus seharusnya memberi batasan untuk tidak membiarkan kegiatan ajakan dukung-mendukung terhadap suatu pihak berlangsung di lingkungan akademis.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prasetyo, yang juga meminta pihak kampus untuk bertindak dan memonitor dinamika politik saat ini agar para mahasiwa tidak terjebak dengan intrik politik suatu pihak.

"Kampus perlu dan wajib tetap menjaga netralitas kampus sebagai tempat dan ruang akademik. Mencegah dan menganitisipasi kehadiran capres-cawapres di ruang akademik. Apalagi, ada kemungkinan capres-cawapres akan melakukan kampanye," kata Najih, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (27/9).

Ia mengungkapan hal tersebut, pasalnya agak sulit menemukan calon presiden yang hadir di suatu kampus tidak menyelipkan kepentingan politiknya. Menurut dia, hampir mustahil jika kunjungan para aktor politik ke kampus tidak dengan kepentingan politiknya untuk disampaikan kepada para mahasiswa.

Meski begitu, kata Najih, bukan berarti setiap kegiatan terkait politik tidak diperbolehkan. Menurutnya, jika konteksnya diskusi malah diharuskan agar mahasiwa tau perkembangan isu politik yang berkembang saat ini.

"Kalau hanya diskusi boleh saja, tapi jika sampai menyampaikan visi dan misi, itu berarti kampanye dan hal itu dilarang UU Pemilu," pungkasnya.