Indonesia Siap Kembangkan Sepeda Motor Listrik

Indonesia Siap Kembangkan Sepeda Motor Listrik
Sumber gambar: antaranews.com

MONDAYREVIEW.COM – Sepeda motor merupakan kendaraan yang menjadi favorit di Indonesia. Hal ini dikarenakan harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil. Jalanan di Indonesia senantiasa dipenuhi sepeda motor setiap harinya. Mayoritas sepeda motor kita adalah pabrikan Jepang dengan dua merek terkenal Honda dan Yamaha yang paling dominan. Tentu saja sebagaimana kendaraan pada umumnya, sepeda motor masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber tenaganya. Hal tersebut artinya sepeda motor berkontribusi pada peningkatan polusi udara dan pemanasan global.

Guna kelestarian lingkungan, maka masyarakat dunia bergerak untuk mengembangkan sumber energy ramah lingkungan. Hal ini juga karena cepat atau lambat energy fosil di dunia akan habis dan stoknya semakin menipis. Karena itu dunia industry mulai mengembangkan kendaraan dengan listrik sebagai sumber tenaga pendorongnya. Jika hari ini bensin menjadi material utama untuk bahan bakar, ke depan baterai akan menjadi pengganti bensin. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industry kendaraan ramah lingkungan. Indonesia siap untuk menjadi produsen baterai mobil listrik dan juga siap kembangkan sepeda motor listrik.

Dalam webinar yang diadakan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) Surabaya dengan tema "Penguatan Industri Sepeda Motor Listrik Nasional Dalam Rangka Mendukung Substitusi Impor", Kepala BPPI menjelaskan pemerintah telah menetapkan kebijakan dan strategi percepatan pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam negeri melalui tiga tahapan.

Doddy menuturkan sepeda motor merupakan kendaraan favorit masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat penjualan sepeda motor per tahun naik tajam sejak 2003 dan mencapai penjualan lebih dari 6 juta unit pada 2019. Ia mengatakan, sampai semester I 2020 tercatat ada 10 produsen sepeda motor listrik yang beroperasi. Diperkirakan kapasitas produksi hingga 850 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sekitar 1.500 orang.

Dalam upaya percepatan industri sepeda motor listrik, Kemenperin juga mengusung konsep circular economy. Hal tersebut sebagai upaya untuk menekan efek negatif dari kendaraan listrik, yakni menumpuknya sampah baterai litium karena masa pakai dan siklus pengisiannya yang terbatas. Dengan konsep tersebut, baterai yang sudah habis masa pakai akan diolah kembali.

Sementara itu, Kepala Baristand Surabaya Aan Eddy Antana menambahkan instansi yang dipimpinnya telah melakukan beberapa penelitian terkait sepeda motor listrik, salah satunya stasiun pengisian baterai kendaraan listrik. Rencananya, daya untuk pengisian baterai sepeda motor listrik didapat dari panel surya yang digabungkan dengan sumber tegangan dari grid PT PLN (Persero).

Penggunaan sepeda motor listrik diharapkan memberikan beberapa nilai positif, misalnya dari sudut pandang energi, penggunaan kendaraan listrik lebih ramah lingkungan dan efisien serta menawarkan alternatif bahan bakar untuk memperkuat ketahanan energi. Aan menambahkan berkaitan dengan stasiun pengisian baterai sepeda motor listrik, Baristand Surabaya juga akan mengupayakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga dapat terpasang pada tempat-tempat strategis di daerah tersebut.