Jalan Tol di Calon Ibukota

Jalan Tol di Calon Ibukota
(c) setkab

MONDAYREVIEW.COM –  Pemerintah konsisten dalam mewujudkan visi “Indonesia Sentris”. Tidak hanya pembangunan yang menjangkau ujung dan tapal batas negeri, bahkan ibukota pun dicanangkan untuk dipindahkan. Perpindahan yang diharapkan dapat mendorong pemerataan. Pun membangkitkan potensi daerah dalam mengembangkan dirinya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kedaulatan NKRI.

Persatuan Indonesia akan kehilangan maknanya bila pemerataan tidak segera terwujud. Apalagi bila keadilan tak bisa ditegakkan. Kemakmuran jangan sampai jauh panggang dari api. Kemakmuran adalah hak bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam persatuan itulah Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan maju. Bangsa yang bisa menegakkan kepalanya ketika berhadapan dengan bangsa-bangsa lainnya.

Demi amanat konstitusi dan kehendak rakyat seluruh elemen bangsa termasuk BUMN menjadi poros penggrak sinergi dalam membangun bangsa. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung penuh  rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke wilayah dua Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, sebagaimana diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Salah satu jalan tol yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, akan melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara yang hingga awal September 2019 ini hampir rampung 100%. Demikian dilansir dari setkab.go.id.

Saat ini progres konstruksi seluruhnya telah mencapai 97%. Kami optimistis untuk Seksi II hingga Seksi IV Palaran dapat dioperasikan secara fungsional akhir Oktober ini. Sementara itu, Seksi V dan I yang merupakan dukungan konstruksi Pemerintah masih ada beberapa yang harus dikejar dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019.

Jalan tol Balikpapan-Samarinda memiliki total panjang 99,350 Km terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi V ruas Balikpapan (Km 13) – Sepinggan (11,500 Km), Seksi I ruas Balikpapan (Km 13) – Samboja (22,025 Km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,975 Km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,300 Km) dan Seksi IV Palaran – Samarinda (17,550 Km).

Jalan tol dengan investasi sebesar Rp9,97 triliun ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), dimana dari lima seksi jalan tol, Pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi I dengan total panjang 33,115 Km yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Kalimantan akan menjadi pusat dan magnet bagi pergerakan gagasan dan narasi untuk membangun bangsa. Kalimantan memiliki potensi yang luar biasa. Kekayaan alam, posisi strategis, dan keragaman budaya yang dimilikinya sangat luar biasa. Pantas untuk menjadi poros bagi aktivitas politik dan layanan administrasi pemerintahan.

Keberadaan jalan tol ini memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Jalur laut dan udara akan melengkapi jaringan transportasi modern yang akan menjadikan ibukota baru menjadi ibukota masa depan. Ibukota yang hijau. Ibukota yang nyaman. Dan ibukota yang mampu menjadi kebanggaan negeri. (MTA)