Jamkrindo Mengapresiasi UMKM, Lembaga Penjaminan Pun Semakin Dikenal Publik

Jamkrindo Mengapresiasi UMKM, Lembaga Penjaminan Pun Semakin Dikenal Publik

MONDAYREVIEW.COM – Masyarakat sudah lama mengenal lembaga keuangan khususnya perbankan dan asuransi. Namun masih banyak yang baru mengenal dan belum sepenuhnya memahami peran lembaga penjaminan.

Perum Jamkrindo sebagai satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) di bidang penjaminan memahami situasi tersebut dan melakukan upaya promotif untuk lebih mendekatkan diri pada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dalam bentuk apresiasi terhadap UMKM yang dirangkai dengan sebuah gelaran festival untuk mendorong semangat para pelaku UMKM.

Kegiatan Jamkrindo UMKM Appreciation Awards mendorong semangat UMKM untuk maju dan berkembang. Penghargaan terhadap UMKM juga memperkuat daya saing para pelaku usaha di sektor ini. Menularkan keteladanan dari para pelaku usaha yang unggul pada masyarakat luas.

Acara tersebut dirangkai dengan Gelaran Festival UMKM 2019 yang mengedukasi khalayak untuk lebih mengenal peran Jamkrindo dalam pengembangan UMKM. Dalam festival UMKM dapat berbagi pengalaman, mempromosikan produknya, serta membangun jejaring untuk bersinergi untuk kemajuan bersama.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto saat paparan kegiatan UMKM Appreciation Awards dan Gelaran Festival UMKM 2019 di Ruang Serbaguna Penjaminan Gedung Jamkrindo, Jakarta, Selasa, (26/11) menegaskan bahwa Apresiasi dan Festival UMKM tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat pengembangan UMKM dan meningkatkan awareness masyarakat, terutama UMKM terhadap peran Jamkrindo.

Melalui bisnis intinya, Perum Jamkrindo berusaha mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini sangat penting dalam menopang kemandirian ekonomi. Terutama dalam menghadapi kemungkinan dan situasi ekonomi dunia yang tidak menguntungkan.

Kontribusi Perum Jamkrindo dilaksanakan melalui penyediaan layanan penjaminan sehingga UMKM memiliki kesempatan untuk mendapat akses modal dari lembaga keuangan. Keterbatasan dalam aspek legal maupun agunan yang dibutuhkan dalam pengajuan kredit dapat dijembatani oleh Jamkrindo. Sehingga resiko dapat dikelola dan terbagi diantara pihak penjamin, penerima jaminan,dan terjamin.

Di sisi lain sebagai BUMN Jamkrindo tetap mengembangkan produk nn-UMKM. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia, Perum Jamkrindo juga bisa melaksanakan penjaminan non-UMKM, tetapi dalam koridor sinergi BUMN. 

Dari segi kinerja bisnis, Perum Jamkrindo terus mencatatkan kenaikan volume penjaminan. Tantangan dan peluang yang dihadapi tidak sedikit. Implementasi regulasi khususnya Undang-undang terkait penjaminan yang semakin tegas akan memberi jalan bagi pertumbuhan pasar penjaminan.

Sampai Oktober 2019, volume penjaminan kredit Jamkrindo mencapai Rp 177,99 triliun, meningkat 19,19% dari realisasi Oktober 2018 yaitu Rp 148,5 triliun. Peningkatan ini menggembirakan dan memberi sinyal positip bagi masa depan Jamkrindo dan produk-produk penjaminan yang dikembangkannya.

Volume penjaminan tersebut berasal dari penjaminan non-KUR sebesar Rp 125 triliun dan penjaminan KUR sebesar Rp 52,88 triliun. Komposisi ini menggambarkan bahwa Jamkrindo adalah perusahaan yang sehat dan cukup kuat. Dengan kekuatannya Jamkrindo dapat memperkuat penjaminan KUR dan kredit bagi UMKM.

Rencana dan realisasi harus optimis sekaligus realistis. Kerja keras dilakukan Jamkrindo untuk mencapai target yang telah dicanangkan di tahun ini. Realisasi volume penjaminan pada Oktober 2019 telah mencapai 97,6 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2019.

Terkait kegiatan Jamkrindo Appreciation Awards dan Festival UMKM 2019 masyarakat diharapkan hadir dan mengambil manfaat dari sana. Kegiatan tersebut terdiri atas serangkaian acara yang dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, 29 – 30 November 2019 di area Plaza Festival dan Hotel JS Luwansa.