Jokowi : Masyarakat Jangan Terpecah Karena Beda Pandangan Politik

Jokowi : Masyarakat Jangan Terpecah Karena Beda Pandangan Politik
Presiden Joko Widodo.

MONDAYREVIEW - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, jangan sampai masyarakat terpecah belah hanya karena pandangan politik yang berbeda dalam setiap gelaran pemilu yang diadakan lima tahun sekali.

“Kita yang sudah rukun, yang sudah bersaudara baik-baik seperti ini karena gara-gara urusan pilihan-pilihan yang lima tahun sekali (hancur), rugi besar bangsa ini. Kalau kita retak gara-garanya Pilgub, Pilpres, Pilbup enggak mau saya, terlalu besar ongkosnya," kata Jokowi, Rabu, (9/5/2018).

Jokowi mengatakan, kadang kadang politik memang jahat, dalam mencapai kepentingannya melakukan hal-hal yang menimbulkan perpecahan. “Sebarkan isu di sini, sebarkan isu di sana, rakyat kadang kadang tidak menyaring, langsung dimakan," ungkapnya.

Selain itu, Masyarakat diminta tak mudah termakan dengan isu-isu SARA yang dihembuskan segelintir orang yang tak bertanggung jawab. Masyarakat diminta tak mudah dipecah belah karenanya.

Jokowi juga menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang memiliki suku dan agama yang beragam. Dia meminta hal tersebut harus dijadikan kekuatan bagi Indonesia. Menurut dia, negara-negara lain menjadikan Indonesia sebagai contoh bangsa yang mampu mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada.

“Negara-negara lain itu sekarang melihat kita, baik negara di jazirah Arab, timur tengah, melihat kita. Kita dipandang oleh mereka sebagai negara yang bisa dijadikan contoh, betapa rukun antar agama, suku, adat istiadat yang berbeda-beda,” papar Jokowi.