Jokowi Pemimpin Muslim Berpengaruh  

Jokowi Pemimpin Muslim Berpengaruh  

MONDAYREVIEW.COM -  Joko Widodo kembali masuk dalam daftar Muslim paling berpengaruh. Menempati urutan 13, Jokowi ada dalam daftar yang menempatkan tokoh-tokoh Muslim penting di dunia.

Daftar itu dikeluarkan oleh Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan (MABDA المركز الملكي للبحوث والدراسات الإسلامية). Lembaga ini adalah entitas penelitian independen yang berafiliasi dengan Institut Royal Aal al-Bayt untuk Pemikiran Islam. Institut Royal Aal al-Bayt untuk Pemikiran Islam adalah lembaga non-pemerintah Islam internasional independen yang berkantor pusat di Amman, ibukota Kerajaan Hashemite di Yordania.

Melalui publikasi di situs themuslim500.com MABDA mengklaim besarnya pengaruh Jokowi sebagai pemimpin 271 juta rakyat Indonesia. Kuantitas yang wajar jika sangat diperhitungkan. Terlepas dari serangan lawan politik yang meragukan komitmen keislamannya. Jokowi disebut beraliran Sunni Tradisional.

Latar Belakang Presiden Widodo adalah presiden Indonesia pertama yang bukan berasal dari militer atau elit politik. Ia berasal dari latar belakang keturunan Jawa yang rendah hati. Ayahnya memiliki bisnis furnitur kecil, yang sering kali tidak dapat memenuhi kebutuhan. Mereka berjuang untuk menempatkannya di universitas, di mana dia lulus di bidang kehutanan. Setelah lulus, Widodo bekerja selama tiga tahun di dinas kehutanan perusahaan negara di Aceh sebelum kembali ke bisnis keluarganya.

Situs tersebut juga menyebutkan bahwa politisi yang berhasil dan 'Bersih'. Jokowi adalah walikota Surakarta sebelum menjadi gubernur Jakarta pada bulan September 2012. Sebagai Walikota Surakarta Jokowi adalah walikota yang sukses yang menikmati hubungan dekat dengan para pemilihnya.

Ia fokus pada mempromosikan kota sebagai pusat budaya Jawa, tetapi juga mengembangkan sistem transportasi umum, perawatan kesehatan dan hubungan bisnis dengan masyarakat. Ia memalsukan reputasi sebagai politisi 'bersih', menghindari tuduhan korupsi dan nepotisme yang mengganggu sebagian besar politisi.

Keberhasilan politiknya berlanjut dengan pemilihannya sebagai gubernur Jakarta. Ia juga sama suksesnya sebagai gubernur, melakukan reformasi yang berarti dalam pendidikan, transportasi umum, pembenahan pedagang kaki lima dan pasar tradisional, dan menerapkan pengendalian banjir.

Berbagai penghargaan (tempat ke-3 dari Hadiah Walikota Dunia 2012, salah satu dari '10 Walikota Indonesia Terbaik 2008') bersaksi atas kesuksesannya sebagai walikota dan gubernur. Cukup mengejutkan ketika Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden Indonesia , memilih Jokowi untuk menjadi calon presiden dari partai PDI-P.

Budaya Blusukan menjadi ciri khas Joko Widodo. Tokoh ini menjadi terkenal karena kunjungan dadakan untuk melihat dan mendengar langsung dari orang-orang di komunitas lokal. Ini telah memungkinkannya untuk secara langsung menangani masalah dan kritik mereka, memungkinkannya untuk mengembangkan hubungan pribadi yang kuat dengan masyarakat.

Meskipun pertumbuhan ekonomi belum seperti yang diharapkan, investasi yang kuat dalam infrastruktur dan layanan sosial memastikan bahwa Widodo masih menikmati dukungan kuat di antara penduduk. Dia juga masih dipandang sebagai pemimpin yang jujur ​​dan mengawasi Asian Games 2018 yang sukses di Jakarta.

Diantara ungkapan Jokowi yang dikutip media “Pluralisme selalu menjadi bagian dari DNA Indonesia. Meskipun banyak tantangan, Islam di Indonesia selalu menjadi kekuatan untuk moderasi. ” Disamping itu Jokowi menegaskan bahwa “Kekerasan yang dimotivasi oleh apa pun — terutama agama dan kepercayaan — merusak keanekaragaman.”