Ketika Kandidat Pilkada DKI Jakarta Sowan ke Jawa Barat dan Jawa Tengah

Ketika Kandidat Pilkada DKI Jakarta Sowan ke Jawa Barat dan Jawa Tengah
Anies Baswedan kala bertemu Ahmad Heryawan (Akurat)

MONDAYREVIEW.COM – Pola pembangunan Indonesia di masa Orde Baru oleh sejumlah ilmuwan sosial ditabalkan Jakarta sentris. Segala-galanya berpusat di Jakarta, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya. Maka tak mengherankan dengan tumbangnya Orde Baru dan memasuki era reformasi, muncul arus tuntutan otonomi daerah. Otonomi daerah diharapkan mampu memajukan daerah-daerah di Indonesia. Dari daerah diharapkan muncul inovasi, SDM-SDM unggul, serta mengurangi beban pemerintah pusat.

Beberapa daerah telah menunjukkan kemajuannya sebagai buah dari otonomi daerah. Beberapa tokoh berintegritas pun muncul dari daerah. Sementara itu Jakarta pun mulai mafhum bahwa membangun dan mengelola masalah ibu kota RI ini tidak bisa sendirian. Dibutuhkan kerjasama dengan daerah lainnya.

Hal itulah yang diperlihatkan oleh kandidat Pilkada DKI Jakarta dengan sowan ke daerah. Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sowan ke Jawa Barat untuk menemui Ahmad Heryawan. Sedangkan petahana Djarot Saiful Hidayat sowan ke Semarang menemui Ganjar Pranowo.

Anies Baswedan mengapresiasi pengalaman Aher yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat untuk kali kedua. Pertemuan keduanya pada Rabu (1/3) membicarakan penanganan masalah antara Jawa Barat dan Jakarta, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian, transportasi, lingkungan hidup dan pengelolaan air.

"Kami memang tidak membicarakan secara spesifik program A, B, C, tapi lebih banyak beliau bercerita hal-hal apa yang perlu menjadi perhatian kita," kata Anies yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat (3/3). Saat berkunjung mantan Wali Kota Blitar ini mengungkap rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk membeli semua produk hasil pertanian yang ada di Jawa Tengah.

 “Kami ingin jadi tengkulak yang baik hati. Ketika panen raya, harga kan jatuh, maka petani harus dilindungi, yang bisa dilindungi itu pemerintah. Yang punya duit itu DKI. Kami beli dengan harga ditentukan supaya petani tidak rugi,” ujar Djarot seperti dilansir Kompas.

“Saya kulonowun, nanti bekerja sama dengan beberapa kabupaten di Jateng penghasil kebutuhan itu. Jakarta bukan produsen, Jakarta itu distributor, agen yang baik hati,” imbuh Djarot.

Secara relasi partai politik, memang baik Ahmad Heryawan dan Ganjar Pranowo memang seafiliasi dengan dukungannya di Pilkada DKI Jakarta. Namun semangat saling kerjasama antardaerah merupakan hal positif bagi pembangunan Indonesia.