Kita Setara: Konferensi Peradaban Asia di Beijing

Kita Setara: Konferensi Peradaban Asia di Beijing

MONDAYREVIEW.COM – Cina semakin menyadari perannya tidak saja dalam lapangan ekonomi namun juga peradaban dan kebudayaan. Presiden Cina Xi Jinping pada hari Rabu (15/05/2019)mendesak berbagai negara untuk memperlakukan satu sama lain setara dan  hidup berdampingan secara damai peradaban.

"Berbagai peradaban tidak ditakdirkan untuk berbenturan," kata Xi pada pembukaan Konferensi Dialog Peradaban Asia, pertemuan besar pertama di Asia yang bertema pertukaran antar-peradaban dan saling belajar untuk komunitas dengan masa depan bersama. Dialog ini tentu diharapkan mampu mengikis kecurigaan akan adanya agenda tersembunyi dari berbagai kekuatan berpengaruh di Asia untuk mendominasi dan mensubordinasi kekuatan lainnya.

Partisipasi utusan berbagai negara Asia cukup besar. Ribuan orang dari 47 negara Asia dan hampir 50 negara di luar kawasan menghadiri konferensi di Beijing ini. Kesetaraan menjadi gagasan yang layak diapresiasi dan diwujudkan tidak hanya di atas kertas. Demikian dilaporkan Xinhua.net

"Tantangan global yang semakin meningkat yang dihadapi umat manusia sekarang membutuhkan upaya bersama dari negara-negara di seluruh dunia," kata Xi, menyoroti peran budaya untuk mengatasi tantangan bersama.

Konferensi ini datang pada saat negara-negara tertentu telah menggunakan argumen "benturan peradaban", intimidasi, unilateralisme, dan mentalitas yang memandang ke dalam.

Qian Chengdan, seorang profesor di Universitas Peking, mengatakan acara yang diusulkan Xi sangat relevan dalam lingkungan politik saat ini.

"Ini akan meningkatkan pemahaman di antara berbagai peradaban dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah bagi umat manusia," kata Qian.

Xi mencatat bahwa tidak akan ada benturan peradaban selama orang-orang dapat menghargai keindahan semua peradaban.

"Adalah bodoh untuk percaya bahwa ras dan peradaban seseorang lebih unggul daripada yang lain," kata Xi. "Adalah bencana untuk secara sengaja membentuk kembali atau bahkan mengganti peradaban lain."

Presiden Cina mengajukan proposal empat poin untuk mengkonsolidasikan "fondasi budaya" untuk bersama-sama membangun komunitas dengan masa depan bersama untuk Asia dan kemanusiaan: memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan setara; menghargai keindahan semua peradaban; mengikuti keterbukaan, inklusivitas, saling belajar; dan mengikuti perkembangan zaman.

Kesetaraan, timbal balik, keragaman dan multi-directionality digarisbawahi dalam pertukaran di antara peradaban. Pertukaran itu, kata Xi, seharusnya tidak wajib atau dipaksakan, atau satu arah.

Asia, dengan dua pertiga dari populasi global, adalah tempat kelahiran utama peradaban manusia dan rumah bagi budaya yang hidup. Ada 47 negara dan lebih dari 1.000 kelompok etnis di benua itu.

Orang Asia mengharapkan benua yang damai, stabil, terbuka, dan terintegrasi dengan kemakmuran bersama, kata Xi. Sikap Presiden Tiongkok terhadap peradaban telah mendapat dukungan luas dari para peserta konferensi.